JANGAN MEMBANGUN PENCITRAAN RELIGIUS DENGAN DOA

20 February 2024

Selasa, 20 Februari 2024

Yesaya 55:10-11

Mazmur 34:4-5.6-7.16-17.18-19

Matius 6:7-15



"Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang." --- Matius 6:5


BERDOA ITU baik. Namun disisi lain, berdoa merupakan salah satu tindakan yang paling banyak disalahgunakan oleh orang. Karena doa sering dipergunakan sebagai alat untuk membenarkan diri di depan umum. Orang-orang ini berusaha membangun pencitraan melalui doa sebagai tindakan religius ini, agar mereka disangka sebagai orang saleh sehingga perbuatan dan tindakannya tidak perlu diragukan lagi. Hal demikian untuk menutupi bahwa ketika mereka berbuat jahat pun, citra dan status religius mereka itu diharapkan bakal "menutupi" kebusukan yang mereka lakukan.

Kita dapat melihat  bagaimana Tuhan Yesus menyinggung gejala serupa dalam khotbah-Nya di atas bukit. Golongan masyarakat yakni orang Farisi dengan jelas menerapkan praktik berdoa  seperti itu. Tujuan dari doa mereka adalah supaya dilihat orang. Seakan mereka ingin membangun kesan orang atas diri mereka sebagai sosok yang religius seperti taat beribadah, bertindak benar dan saleh. Setelah pencitraan itu berhasil, justru mereka tidak takut lagi melakukan apa pun yang mereka inginkan meskipun melanggar norma-norma etika dan moral. Mereka tidak menyadari bahwa tindakan inilah yang dimaksudkan dengan kemunafikan.

Dapat dimaklumi karena sebagian besar manusia cenderung menutupi sesuatu yang buruk pada dirinya. Mereka berusaha menutupi setiap kejahatan mereka dengan bungkus pencitraan mereka dengan norma agama. Dalam hal ini mereka akan merasa aman ketika melakukan yang jahat karena merasa "terlindungi" oleh kesalehan yang mereka bangun di mata manusia. Ujungnya, mereka tidak merasa risih lagi oleh keburukan maupun kemunafikan mereka. Dan ini sangat berbahaya.

Kiranya sebagai anak-anak Tuhan kita tidak bersikap demikian.
Apa guna kita mendapatkan penghargaan manusia dengan pencitraan kita sementara yang Tuhan inginkan adalah kejujuran dari kita. (Jerus).


DOA: “Tuhan Yesus, jauhkan aku dari sikap munafik dalam hidupku  agar aku dapat menjadi obor bagi keluarga dan putra putriku, Amin.”

JANJI: ”TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” - Mazmur 34:18

PUJIAN: Rasul Paulus, banyak yang mengaguminya, sangat menghormatinya, tapi itu tidak menjadikannya sombong. Dia merasa segala keberhasilan yang dimiliki berasal dari kekuatan  Roh Kudus. Paulus sadar dia adalah manusia yang penuh dosa.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.