JANGAN MENYERAH

29 May 2020

Jumat, 29 Mei 2020

 

NP Hari 8

Kisah Pr Rasul 25:13-21

Mazmur 103:1-2, 11-12, 19-20b

Yohanes 21:15 - 19

 

“Mereka hanya berselisih paham dengan dia dan tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seseorang bernama Yesus, yang sudah mati, sedang Paulus katakan dengan pasti, bahwa ia hidup” - Kisah para Rasul 25:19

 

KITA PERNAH mendengar ‘suatu seruan’ berbunyi, “bila sekali kamu belum berhasil, cobalah lagi!”. Kesuksesan kita itu mencakup juga kegagalan-kegagalan. Ingat kisah Thomas Edison, penemu aliran tenaga listrik. Ia mencoba dan mencoba ribuan kali, sebelum ia berhasil menemukan ‘balon listrik yang kecil’ itu menyala. Ia katakan, dirinya sama sekali tidak gagal. Yang ia alami ialah puluhan ribu cara yang tidak bisa bekerja, seperti ia harapkan!

Mungkin saja Paulus sudah frustrasi, sebagaimana ditulis  Lukas dalam Kisah bab 25 dan 26. Usahanya mewartakan Injil di hadapan para raja dan sidang penguasa tak berbuah sama sekali. Tak ada seorangpun dapat diyakinkan oleh pidato dan kotbah-kotbahnya. Dan Paulus tetap dijadikan terdakwa diborgol dibawa ke Roma. Tetapi Paulus sama sekali tidak menyerah. Dan kita-kita ini juga telah dipanggil untuk mewartakan Kabar Gembira yang sama tentang kasih Kristus dan keselamatan, seperti Paulus wartakan.

Lalu bagaimana sabda keselamatan bisa terus diwartakan? Kita dapat memulainya lagi tanpa memandang kegagalan kita yang bersifat sementara. Bila ada orang menolak bertobat, jangan bingung. Cukup kita berdoa agar Allah berkenan terus bekerja dalam hati pribadi orang itu. Mencoba sebaik-baiknya untuk jujur, apa adanya, sebagaimana juga Paulus telah terus mencobanya: “Bagi semua orang, aku telah menjadi segala-galanya” (1 Kor 9:22). Bila kita tetap rendah hati dan bersikap baik hati, bila kita lebih bercakap, berbincang dan berbagi daripada berdebat, dan bila kita membiarkan Roh Kudus berkarya lewat diri kita, kita lalu bisa menyerahkan proses selanjutnya kepada Allah.

Tidak semua usaha pewartaan kita itu berhasil. Itu okay-okay saja. Kita ingat apa yang dipesankan Ibu Theresa, “Allah tidak memanggil kita untuk sukses berhasil, tetapi untuk setia selalu!” Bagi kita, memang tidak semua dari kita akan berhasil, tetapi jangan sampai hal ini menciutkan hati kita untuk tidak menaburkan benih ‘sabda’ ke mana dan di manapun kita pergi. Kita sama sekali tidak mengetahui apakah akan ada orang yang menyambut dan menanggapi pewartaan kita. Apa yang kita anggap saat ini gagal, siapa tahu, di kemudian hari akan berbuah! Dan mungkin saja secara demikianlah Allah itu menunjukkan cara dan jalan-jalan-Nya yang penuh misteri.  

Apapun yang terjadi, jangan sekali-kali mudah menyerah!

 

 DOA : Ya Roh Kudus, berilah diriku keberanian dan ketekunan yang aku butuhkan untuk berbagi Kabar Gembira Kristus!

JANJI : “Sedih hati Petrus, karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: ‘Apakah engkau mengasihi Aku?’. Dan ia berkata kepada-Nya: ‘Tuhan, engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau!” - Yohanes 21: 17

PUJIAN : Frater Hartoko yang ingin sekali menjadi imam, disarankan oleh pembimbingnya untuk mundur dari pendidikan Seminari Tinggi. Setelah keluar ia meneruskan studi S2 di Jurusan Kateketik. Sewaktu ia mulai bekerja pelayanan mengajar agama, ia tidak hanya dipuji di Sekolah dan Paroki, malahan dia, sebagai awam, berhasil mencetak tenaga pengajar di tingkat Keuskupan yang berkualitas.


Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.