JANGAN MUNAFIK

14 October 2021

Kamis, 14 Oktober 2021 

Roma 3:21-30

Mazmur 130:1b-2, 3-4, 5-6ab

Lukas 11:47-54

 

“Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.” Lukas 11:48

 

YESUS MENGECAM sikap para ahli Taurat, karena mereka membangun makam nabi-nabi, dengan maksud  untuk menutupi dosa nenek moyang mereka sendiri, padahal tujuannya untuk pembenaran diri mereka- menghormati leluhur. Mereka cuci tangan atas perbuatan jahat nenek moyang mereka yang telah membunuh nabi-nabi itu. Ahli Taurat dan kaum Farisi menunjuk diri sebagai kelompok elit alim ulama Yahudi yang merasa berkuasa menafsir hukum dan membuat peraturan menurut selera mereka. Mereka membuat rumit dan sukar tata peraturan agama dan ibadat, dengan masud untuk tetap menjaga dan melindungi kedudukan diri mereka sendiri  dalam masyarakat Yahudi, bukan demi kemuliaan Allah.  Ketika mereka ditegur Yesus dengan menelanjangi sikap kemunafikan dan kepalsuannya, mereka bukan mau menyadari kesalahan dan dosanya, namun mereka malah marah dan nanti berujung berencana untuk menangkap Yesus.

Sikap jahat menentang Yesus tetap ada dalam masyarakat sampai sekarang. Dengan menolak Yesus dan ajaran-Nya, mereka tidak hanya menjauhkan diri dari Allah yang mengutus Yesus, sang Juru selamat tetapi juga menghalang-halangi orang lain untuk mengenal dan menerima Yesus.

Kita pun seringkali berbuat serupa bila berbuat dosa dan ditegur, bukan sadar dan bertobat namun mencari pembenaran diri dengan berbagai alasan yang tidak jelas.

Oleh kasih karunia-Nya,  kita telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan Yesus Kristus (Rm 3:23-24). Maka kita tidak perlu pula mencipta tata peraturan yang rumit dan berbelit dengan dalih agama dan kita akan merasa selamat bila kita mentaatinya sampai sekecil-kecilnya. Keselamatan itu telah kita peroleh melalui Yesus Kristus yang telah mati disalib untuk menebus dosa kita.

Maka, yang harus kita lakukan adalah jangan mengeraskan hati bila sudah berbuat dosa,tetapi segera bertobat dan kita memohon ampun kepada ALLAH yang Mahapengampun (Mzm 130:4). Dan kita perlu terus menerus  mawas diri agar tidak mudah jatuh dalam godaan  bersikap munafik dan kepalsuan dalam hidup kita sehari-hari. Hendaklah kita menjadi terang bukan menjadi penghalang atau batu sandungan bagi orang lain yang mau datang dan percaya kepada Kristus Yesus serta menerima-Nya sebagai sang  Kebenaran Hidup.  (PIN)

DOA: Bapa, bimbinglah kami agar perilaku, perkataan kami tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

JANJI: “Oleh kasih karunia ia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Roma 3:24

PUJIAN:  Saat diadakan vaksinasi khusus untuk kelomok pedagang kecil, adik saya berkata jujur bahwa ia bukan pedagang di      tempat diadakannya vaksinasi Covid. TUHAN berkenan dan malah membuka jalan sehingga ia dan beberapa     keponakan diperbolehkan menerima vaksinasi. Sedangkan waktu itu banyak yang ditolak karena bukan pedagang di daerah tersebut.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.