JANGAN TERGANGGU OLEH FITNAH UNTUK MELAKUKAN KEBENARAN
20 January 2024
Sabtu, 20 Januari 2024
2 Samuel 1:1-4.11-12.19.23-27
Mazmur 80:2-3.5-7
Markus 3:20-21
“Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi” --- Markus 3:20-21
INJIL SINGKAT ini menggambarkan keprihatinan Yesus yang dikatakan atau difitnah sudah tidak waras lagi. Padahal kita tahu bahwa Yesus memperhatikan pelayanan bagi banyak orang bahkan sampai makan pun Ia tidak sempat. Tanggapan negatif atas perbuatan baik Yesus kepada banyak orang sehingga Ia tidak sempat makan, datang dari orang-orang farisi dan kemudian menggerakkan keluarganya sendiri untuk menarik Yesus dari tengah-tengah masyarakat. Karena mereka telah menuduh Yesus tidak waras lagi. Tentu bagi kita pernyataan ini sungguh menyakitkan.
Dalam situasi yang dihadapi dalam Injil ini, Yesus tetap tenang, Yesus tidak marah dan tersinggung. Yesus tidak coba membalas yang jahat dengan yang jahat. Atau menantang mereka, ”siapa itu yang ngomong/buktikan siapa yang lebih benar daripada kita?” Saudaraku yang kekasih dalam Tuhan, bila kita menghadapi fitnah, hal pertama yang harus kita buat adalah: tetap tenang. Janganlah mencari dukungan yang menurut saudara dapat mendukung saudara, karena hal itu akan membuat saudara bertambah marah, membuat saudara lebih kuat, dan berusaha menyerang orang yang memfitnah saudara.
Sekali lagi, kalaulah Yesus saja menghadapi fitnah, kenapa kita harus lari dari fitnah, kenapa kita harus menangis di tengah-tengah fitnahan yang terjadi, kenapa kita mesti kecewa? Dengan hal ini mau mengingatkan kita bahwa Yesus melayani, Ia menyembuhkan, namun orang mengatakan bahwa Ia kerasukan setan, Yesus tidak waras. Secara manusiawi, hati-Nya pastilah sakit, menangis, tetapi Yesus tetap tenang. Mengapa Ia tetap tenang? Karena Kebenaran selalu akan dibela oleh Allah sendiri.
Dalam keseharian hidup kita hal serupa bisa muncul. Tidak semua pelayanan kita mendapat dukungan dari sesama dan saudara kita, bahkan boleh jadi mereka menuduh kita yang bukan-bukan. Dalam kesempatan ini, kita diundang untuk melihat pengalaman Yesus. Yesus sendiri sudah terlebih dahulu diburuk-burukkan orang, terlebih itu datang dari kalangan keluarga-Nya sendiri. Namun, Yesus tetap bertahan untuk melakukan hal yang baik. Karena Yesus tahu bahwa hal itu adalah kehendak Bapa-Nya. Maka mari tetap setia pada perbuatan baik, meskipun tantangan datang dari orang terdekat kita! (JRS).
DOA: “Ya Tuhan Allah, berilah aku kekuatan dan ketabahan bila aku difitnah. Aku tetap akan berbuat baik demi kebaikan sesama dan kemuliaan nama-Mu. Terpujilah Engkau kini dan sepanjang segala masa, Amin.”
JANJI: "Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.” - Mazmur 80:19
PUJIAN: Stevie (samaran) seorang penegak hukum menerapkan kasih Yesus dalam pekerjaannya dalam membela kliennya dengan jujur, tulus dengan mendengarkan setiap kesaksian dengan cermat dan tepat sehingga setiap kebijakan yang diputuskan dan diambil sungguh benar dan menyelamatkan kliennya dan tidak mengharapkan imbalan satu sen pun dari kliennya. Semua dilakukan karena kasih Yesus yang ada dalam dirinya.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)