JANGAN TERTULARI OLEH VIRUS KEMUNAFIKAN

15 October 2022

Sabtu, 15 Oktober 2022

Efesus 1:15-23

Mazmur 8:2-3a,4-5,6-7

Lukas 12:8-12


“…Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi." --- Lukas 12:1

 

Mengapa Tuhan yesus meminta agar murid-murid-Nya waspada terhadap ragi atau kemunafikan orang Farisi? Tentu saja, tujuannya adalah agar mereka tidak meniru kemunafikan orang Farisi. Tuhan Yesus mengetahui bahwa murid-murid-Nya akan segera mengalami penganiayaan dari orang-orang Yahudi. Saat menghadapi penganiayaan, mereka terancam untuk jatuh ke dalam kemunafikan.

Makanya Tuhan mengumpamakan kemunafikan orang Farisi sama seperti ragi. Karena sifat munafik itu seperti ragi yang gampang menulari dan pada akhirnya merusak karakter orang lain. Sebagai pemimpin agama yang memiliki otoritas mudah sekali bagi mereka untuk menyalahgunakan otoritas itu, dengan menipu para pengikutnya, dan pada akhirnya para pengikut itu pun ikut-ikutan bertindak munafik. Tuhan Yesus mengingatkan para murid bahwa kemunafikan,suatu saat akan terbongkar  Apa yang ditutupi oleh manusia, akan dibuka oleh Allah yang melihat ke dalam hati. Maka, hukuman berat akan menimpa mereka yang karena kemunafikannya menyesatkan orang lain, dan menjadikan orang lain itu sama dengan mereka yakni sebagai orang munafik.

Bahkan Yesus dengan keras menyatakan sikap menyesatkan orang lain dari kebenaran tidak  berbeda dengan menghujat  RohKudus. Menghujat Roh Kudus di sini harus dimengerti sebagai menolak menerima pengajaran dari Sang Sumber dan Sang Pengajar Kebenaran sehingga memalsukan kebenaran dan pada akhirnya menyesatkan orang lain dengan kebenaran yang palsu tersebut.

Tuhan Yesus mengingatkan para murid agar jangan takut kepada para
pemimpin demikian yang seolah memiliki kuasa untuk mengucilkan bahkan membunuh mereka. Tuhan sendiri yang akan menghakimi mereka. Tuhan sendiri menjanjikan akan melindungi murid-murid-Nya dari para pemimpin seperti itu, bahkan akan memberi hikmat pada saatnya untuk menghadapi tuduhan mereka.

Peringatan Tuhan Yesus ditujukan kepada para murid termasuk kita-kita ini di jaman sekarang di dalam menghayati agama kita. Bisa jadi kita pun tertular kemunafikan orang Farisi, yang mementingkan penampilan semata. Bisa jadi kita melakukan hal tersebut karena takut dikucilkan, atau bahkan takut dianiaya. Ingat,bila kita terseret kepada kemunafikan, bukan hanya diri kita yang dirugikan. Tetapi juga orang-orang yang ada di sekeliling kita,yang mempercayai kita sebagai murid-murid Tuhan pun akan ikut dirugikan dalam hal ini. (JRS)

 

DOA: “Allah Roh Kudus, hadirlah selalu dalam diriku yang rapuh ini. Kuatkan dan bim­bing­lah aku untuk mampu mengenali kehendak-Mu. Agar hidupku selalu berjalan seturut kehendak-Mu.”

JANJI: “Aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu megingat kamu dalam doaku.” - Efesus 1:16

PUJIAN: Salah satu orang kudus yang kita kenal yakni St. Margaretha Maria Alacoque (1647- 1690), ia memberi pesan yang kuat kepada kita orang beriman agar hendaklah kita selalu menghormati Hati Yesus yang Maha Kudus dan Sakramen Mahasuci. Inilah awal dari devosi kepada hati kudus di hari jumat pertama tiap bulan, dengan mempertahtahkan sakramen Maha Kudus di Altar dan di tiap Tabernakel di mana Skaramen Mahakudus tersimpan, selalu di pasang lampu sebagai tanda kehadiran Yesus.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.