JANJI KETENANGAN DAN KEPASTIAN DALAM IMAN

11 May 2024

Sabtu, 11 Mei 2024

Kisah Para Rasul 18:23-28

Mazmur 47:2-3.8-9.10

Yohanes 16:23b-28


"Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi aku dan telah percaya bahwa aku datang dari Allah." --- Yohanes 16:27


DALAM AYAT ini, Yesus mengungkapkan kepada para pengikut-Nya tentang kasih yang mendalam dari Bapa Surgawi. Kasih tersebut tidak hanya bersifat umum, tetapi bersifat pribadi bagi setiap individu yang mengasihi Yesus dan percaya kepada-Nya. Ini mengingatkan kita bahwa hubungan pribadi dengan Yesus membawa kita kepada pengalaman yang intim dengan Allah Bapa. Kasih-Nya yang tak terbatas dan kesetiaan-Nya yang sempurna menjadi jaminan bagi kita bahwa kita tidak pernah sendirian dalam perjalanan iman kita.

Melalui hubungan yang erat dengan Yesus, kita dapat merasakan kehangatan dan kehadiran-Nya yang menguatkan, menghibur, dan memberikan makna dalam hidup kita. Sebagai respons, mari kita terus memperkuat hubungan kita dengan Yesus melalui doa, firman, dan ketaatan kepada-Nya, sehingga kita dapat semakin dalam dalam memahami dan merasakan kasih Allah yang tak terbatas. (Linda H)

 

 

DOA: ”Ya Tuhan Yang Maha Kasih, terima kasih atas kasih-Mu yang tak terbatas yang Engkau curahkan kepada kami. Kami bersyukur karena Engkau mengasihi kami dengan kasih yang mendalam, karena kami mencintai Yesus dan percaya kepada-Nya. Bimbinglah kami untuk terus memperkuat hubungan kami dengan Yesus melalui doa, firman-Mu, dan ketaatan kepada-Nya. Biarlah kasih-Mu yang menguatkan kami, menghibur kami, dan memberikan makna dalam hidup kami setiap hari, Amin.”

JANJI: “Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!” - Mazmur 47:2

PUJIAN: Santa Teresa dari Avila, juga dipanggil Santa Teresa dari Yesus, dibaptis dengan nama Teresa Sanchez de Cepeda y Ahumada (28 Maret 1515-4 Oktober 1582) adalah seorang mistik, biarawati Karmelit dan penulis Anti Reformasi. Bersama dengan beberapa konsuster yang lain, dia berusaha menghayati tata hidup monastik Karmel yang lebih keras, seperti ideal hidup para Karmelit awali di Gunung Karmel. Gerakan ini diikuti pula oleh St. Yohanes dari Salib dan beberapa karmelit pria yang lain. Dalam perkembangan, para karmelit yang tergabung dalam gerakan ini memisahkan diri dari Ordo Karmel yang sudah ada dan menamakan diri sebagai Ordo Karmel Tak Berkasut (OCD). Sementara itu, Ordo Karmel yang sudah ada sebelum OCD tetap disebut sebagai Ordo Karmel dan disingkat dengan singkatan O.Carm. Pada 1970 Teresa diberi gelar Pujangga Gereja oleh Paus Paulus VI.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.