JANJI YESUS MENGUTUS SANG PENGHIBUR

27 May 2022

Jumat, 27 Mei 2022

Kisah Para Rasul 18: 9-18

Mazmur 47: 2-7

Yohanes 16: 20-23a

 

“Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, …,tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita”

Yohanes 16: 20


        KITA BISA membayangkan kesedihan para murid sewaktu Yesus mengucapkan ‘Selamat Tinggal’. Bagaimana tidak sedih ! Tiga tahunan mereka telah bersama Yesus sampai Yesus ditangkap disiksa dan dibunuh. Mereka terhibur, sukacita campur ragu-ragu sewaktu Yesus telah bangkit dan menampakkan Diri kepada mereka. Dan dengan peristiwa ‘Yesus terangkat ke Sorga’, para murid sedih lagi. Apa yang dikatakan Yesus sewaktu ucapan ‘Selamat Tinggal’ menjadi kenyataan. Memang ada Janji Yesus akan mengirim Sang Penghibur yaitu Roh Kudus (Yoh 16: 7-8). Tetapi para murid nampak lebih tenggelam dalam kesedihan perpisahan itu. Mereka telah meninggalkan segala-galanya demi mengikuti Sang Guru, tiga tahunan bersama-Nya. Dan sekarang benar-benar ditinggalkan-Nya. Tidakkah Yesus tahu perasaan para rasul dan para murid bahwa mereka akan kacau berantakan ?

Tentu Yesus tahu akan kesedihan para murid-Nya. Yesus selalu menjamah hati Umat-Nya yang sangat kesedihan ditinggal pergi orang yang sangat dikasihi, entah itu saudara, sahabat dekat, dan khususnya pasangan hidupnya. Yesus tahu bahwa sedih , duka adalah sangat manusiawi. Perih, sedih dan duka yang mendalam adalah bagian dari ‘peristiwa kehialangan seseorang yang sangat dekat di hati’. Yang menghibur, ialah sabda Yesus, “Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraan itu dari padamu” (Yoh 16:22).

        Tuhan tahu bahwa kesedihan memang dapat sangat mendalam, tetapi Ia juga berjanji akan menghapus tetes air mata kita. Kita tidak akan berjumpa lagi dengan sanak keluarga dan teman yang telah mendahului kita. Memang bisa saja sisa-sisa kesedihan masih akan menyertai kita untuk beberapa waktu, tetapi hidup selanjutnya tanpa mereka-mereka, tentu berbeda.

        Dalam perjalanan waktu, usia kita semakin bertambah. Tatapan mata  adalah ‘Kedatangan Yesus yang Kedua’, yang kita rindukan. Dan kita-kita akan berjumpa lagi dengan sanak keluarga kita yang telah lebih dahulu menghadap-Nya, yang selalu kita kenang sewaktu ikut merayakan Ekaristi. Dan tentu mereka yang telah Bahagia mendoakan kita juga  yang masih berjuang di bumi ini.

        Tetapi kalau nanti kita berjumpa kembali dengan Yesus, dengan kerabat dan sabahat, tak akan ada lagi rasa takut akan adanya perpisahan. Dan saat itulah kesedihan kita akan dirubah menjadi sukacita. (S.W)

 DOA:        Yesus, Dikaulah Andalanku, juga di tengah kesedihanku. Aku percaya Dikau akan mempersatukan Kembali kami semua ! ‘Datanglah ya Yesus’, aku rindu pada-Mu

JANJI:    “Jangan takut ! Teruslah memberitakan  firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau!” Kisah para Rasul 18: 9-10

 PUJIAN:   Seorang Ketua Lingkungan memimpin Ibadat 40 Hari ‘Mengenang’ warga Lingkungan yang telah dipanggil Tuhan. Ketua Lingungan  telah beberapa kali mengikuti Kursus para pemandu memimpin Ibadat bagi ‘arwah orang beriman’, dari Pastor Paroki. Ia mengungkapkan bahwa memang kita berdoa memohon rahmat kerahiman saudara kita yang telah wafat, tetapi lebih-lebih umat di Lingkungan diminta berdoa dan menghibur keluarga yang kehilangan dan masih ada sisa-sisa kesedihan karena ‘kehilangan’.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.