“JIWAKU MENGAGUNGKAN TUHAN !”
31 May 2022
Selasa, 31 Mei 2022
SP Maria Mengunjungi Elizabet
Zefanya 3: 14-18 atau Roma12: 9-16b
Mazmur MT Yes 12: 2-6
Lukas 1: 39-56
“Bersyukurlah bagi Tuhan, sebab perbuatan-perbuatan-Nya mulia”
Yesaya 12:5
SEBAGAI PENUTUP bulan Maria, kita merayakan Pesta SP Mengunjungi Elisabet, ibu Yohanes Pemandi. Dalam peritiwa kunjungan ini, kita diajak untuk bersyukur bersama Bunda Maria dengan pujiannya “Magnificat” - ‘Aku mengagungkan Tuhan’.
Dalam buku nyanyian ‘Puji Syukur’, Kidung Pujian “Magnificat” dimasukkan ke dalam kelompok “Doa Dasar” bagi kita umat Katolik (PS 18). Sedang dalam buku nyanyian ‘Madah Bakti’ kita temukan sebagai salah satu nyanyian dalam kelompok ‘Nyanyian Maria’, dengan judul ‘Kidung Maria’ (MB 812).
Para imam, bruder dan suster, serta sejumlah awam yang mendaraskan doa-doa ‘Ibadat Harian’, tentu , sewaktu mendoakan ‘Ibadat Sore’, entah bersama entah pribadi-pribadi, mereka menyanyikan atau mendaras ‘Magnificat’ - pujian Maria . Dan kita tahu Kidung Magnificat ini diucapkan oleh Bunda Maria sewaktu berkunjung ke Elisabet.
Doa pujian Maria ini merupakan buah renungan Bunda Maria selama waktu perjalanannya melawat saudarinya ibu Elizabet. Kidung ‘Magnificat’ merupakan tanggapan atas sambutan Elizabet kepada Bunda Maria. Elizabet berseru, “ Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu ! Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku ? (Luk 1: 42-43).
Bunda Maria mengucapkan itu sebagai doa pujian kepada Allah Perjanjian. Ia menyadari seluruh kegembiraan yang dinubuatkan para nabi Perjanjian Lama tertuju kepada dirinya. Ternyata semua harapan dan kerinduan terdalam umat Israel ditemukan pada Anak yang akan dilahirkan oleh Bunda Maria (Luk 1: 46-55). Ia terheran-heran, karena apa yang dilakukan oleh Allah itu ternyata bagi semua bangsa, bukan hanya untuk rakyat Israel (Luk 1:48). Hidup Maria seutuhnya ‘ditangkap’ oleh Allah. Kebesaran Allah itu diagungkan dalam diri Maria yang sangat sederhana. Ia dipilih oleh Allah untuk melaksanakan tujuan penebusan dari Allah (Luk 1: 47-48). Dirinya tahu bahwa dirinya hanyalah ‘hamba’, dan Allah ingin menyatakan kuat kuasa-Nya dalam kerendahan hati diri Maria.
Sewaktu Maria berdoa , ia melihat rahmat Allah secara baru. Roh Kudus membelenggu budi Maria untuk memahami bahwa Allah berkenan mendatangi untuk menolong orang miskin dan rendah hati seperti dirinya. Maksud Allah itu menggetarkan hati Maria dan mengisi hatinya dengan harapan, sebab dalam iman Bunda Maria dapat melihat bahwa Allah yang maha belas kasih itu telah mulai menggenapi janji-janji-Nya kepada umat Israel, umat yang dikasihi-Nya.
Allah telah berkarya dalam hidup Bunda Maria. Bagaimana hidup kita sendiri ? Dapatkah kita dalam hidup kita mulai lahir sampai sekarang melihat adanya karya-karya Allah ? Dapatkah kita menulis ‘Magnificat’ versi kita pribadi ?
Kita bisa memohon kepada Roh Kudus mengisi hidup kita dengan kasih dan bhakti kepada Allah seperti yang ada dalam hati Bunda Maria. Dengan demikian kita lalu dapat bergabung dengan seluruh Gereja melambung pujian kepada Allah, sang Raja yang Mahaagung ! (SW)
DOA: Ya Roh Kudus, teguhkanlah diriku untuk berani mempercayakan seluruh isi hatiku sepenuhnya kepada-Mu. Dan aku lalu dapat terus memusatkan pikiranku untuk kasih dan kerahiman-Mu yang besar !
JANJI: “Bersyukurlah kepada Tuhan , panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur” Yesaya 12:4
PUJIAN: Paroki ‘Santa Perawan Maria Ratu’ di Jakarta, memberi nama Wilayah-wilayahnya dengan gelar-gelar Bunda Maria: ‘Maria Mater Dei, Maria Assumpta, Maria Stella Maris’ dll.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ