JURU SELAMAT SEKALIGUS KESELAMATAN ITU SENDIRI
02 February 2022
Rabu, 2 Februari 2022
Yesus dipersembahkan di Bait Allah
Maleakhi 3:1-4
Mazmur 24:7.8.9.10
Lukas 2:22-40
"Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu" --- Lukas 2:30
DALAM LATIHAN ROHANI Santo Ignatius dari Loyola, menulis bahwa ‘Manusia diciptakan untuk memuji, menghormati dan mengabdi Allah Tuhan kita, dan dengan itu menyelamatkan jiwanya’ (LR 23). Itu dinyatakan sebagai ‘Azas dan Dasar’ hidup kita. Maka tak heran kalau ‘keselamatan hidup’ merupakan dambaan dan pengharapan dari semua orang beriman. Dengan demikian, maka melihat keselamatan yang berasal dari Tuhan itu merupakan Berkat dan Karunia Ilahi yang menakjubkan.
Mengalami keselamatan yang dari Allah adalah sebuah anugerah yang tampak nyata dalam hidup Simeon, ‘seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel’ (Luk 2:25). Sewaktu Yesus dibawa ke Bait Suci, Simeon menyambut-Nya dan menantangNya, sambil memuji Allah, antara lain berbunyi ‘Sekarang, Tuhan biarkanlah hamba-Mu pergi dalam damai … ‘sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu’ (Luk 2: 29-30). Simeon telah bertemu dengan Tuhan yang merupakan sumber keselamatan kekal. ‘Mengalami keselamatan dari-Mu’, berarti pula bahwa, Kristus tidak hanya lahir dan ada, tetapi benar-benar nyata dalam seluruh aspek kehidupan kita, umat beriman, kapan dan di manapun kita berada.
Meskipun demikian, kerap kali banyak orang beriman tidak dapat menemukan keselamatan hidupnya, karena mereka terjerumus ke jalan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita memaknai ‘keselamatan’ semata kesejahteraan materi, kaya, kuasa, berwibawa dan berpengetahuan luas serta disanjung orang-orang. Dalam hal ini dengan tegas Santo Ignatius menjelaskan bahwa ‘Barang lain di atas permukaan bumi diciptakan bagi manusia, untuk menolongnya dalam mengejar tujuan ia diciptakan. Maka manusia harus mempergunakannya, sejauh itu menolong mencapai tujuan tadi, dan melepaskan diri daripadanya, sejauh itu merintanginya’.
Keselamatan dari Allah telah datang ke dunia, telah hadir dan nyata di tengah-tengah kita melalui kelahiran Yesus Kristus, dan yang hari ini kita peringati ketika Yesus dipersembahkan di Bait Allah. Kita telah menerima benih keselamatan kekal itu sewaktu kita mulai beriman dan dibaptis dalam Nama Tritunggal Mahakudus. Seperti Simeon meminta diri dari kehidupan sebab sudah melihat keselamatan, ya Yesus sendiri, demikian pula kita benih keselamatan itu akan menjadi nyata di akhir hidup kita sejauh kita mempergunakan segala barang ciptaan di bumi ini untuk menggapai tujuan kita diciptakan. Dan tak ada kata terlambat bagi kita untuk mempersembahkan hidup kita kepada Alllah sebagaimana Bayi Yesus dipersembahkan di Bait Suci. (Goris Lewoleba)
DOA: Ya Bapa sumber penghiburan, pengharapan dan masa depan kami semua, kami mohon berikanlah kami kesadaran akan tujuan hidup kami yang sejati , agar kami juga dapat melihat dan mengalami keselamatan yang datang dari-Mu.
JANJI: "Ia menjadi Imam besar yang menarih belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa” - Ibrani 2:17
PUJIAN: Di beberapa Paroki di Jawa Tengah, ada kebiasaan saleh yakni beberapa hari sesudah seorang ibu melahirkan anak, dia yang baru saja bersalin, bersama anggota keluarganya ke gereja paroki guna menyucikan diri kembali. Tentu ini mengacu pada ‘Peristiwa Persembahan Yesus di Kenisah’ di mana bayi Yesus di sunat di hari kedelapan (Luk 2:21), sekaligus hari ‘Pentahiran’ atau ‘Wiladah’ -Jawa-) bunda Maria sebagai perempuan Yahudi yang patuh sebagaimana diperintahkan dalam Hukum Musa (Imamat bab 12).
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ