KARENA ANGKUH: SUMPAH MEMBAWA PETAKA

31 July 2021

Sabtu, 31 Juli 2021

St. Ignatius Loyola

Imamat 25:1, 8-17

Mazmur 27:2-3, 5, 7-8

Matius 14:1-12 atau dari Pesta St. Ignatius


“Sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya. ...Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara.” Matius 14:9-10


KISAH DIBUNUHNYA Yohanes Pembaptis ditulis oleh Injil Sinoptik. Dan hari ini Gereja menggunakan tulisan Matius, sebagai bacaan Injil. Peristiwa pemenggalan kepala Yohanes ini kita dibawa berhadapan dengan proses ‘pembuatan keputusan’ yang membawa malapetaka.

Di hadapan tamu-tamu terhormat yang ia undang dalam merayakan ulang tahunnya, Herodes mengucapkan sumpah yang selanjutnya membuat dirinya lalu menyesal sekali. Ia tak mempunyai nyali untuk mengakui kesalahannya, takut nanti diejek atau dihina. Ia ingin nampak sebagai pribadi yang tidak lemah. Bukannya ia membuat suatu keputusan yang terpuji, ia lebih memilih menyenangkan hati para tamu dengan menyalah gunakan kuasa dan kedudukannya. Dan dampak dari pilihan keputusannya benar-benar tak terduga dan berujung malapetaka bagi orang yang diseganinya.

Herodes-lah yang memerintahkan pemenggalan kepala Yohanes – sebaliknya Yohanes ini tak gentar mengatakan apa yang benar dan adil kepada semua orang, termasuk kepada penguasa tertinggi yakni sang raja sendiri, Herodes. Kedudukan yang tinggi yang memberi kuasa berarti tinggi pula tanggungjawabnya. Hal ini berlaku di mana-mana baik dalam keluarga, tempat kerja maupun dalam komunitas-komunitas.

Herodes dalam bacaan ini mengingatkan kita akan konsekuensi dari keputusan-keputusan sehari-hari. Setiap keputusan yang kita buat, betapapun kecilnya, harus mengandung buahbuah keadilan dan bela rasa serta empati. Kita bisa membayangkan diri kita dalam membuat keputusan yang berdampak bagi orang lain itu di hadapan Tuhan sendiri. (SW).

DOA: “Ya Roh Kudus, Roh kebenaran dan kasih, bimbinglah perilaku kami sehingga kami bisa menemukan dan melakukan kehendak Allah.”

JANJI: “Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh dan memaklumkan kebebasan di negeri ini bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun yobel bagimu dan kamu masing-masing harus pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.” Imamat 25:10

PUJIAN: Pesta St. Ignatius dari Loyola jatuh tiap tanggal 31 Juli, hari ini. Ia lahir 23 Oktober, 1491 – 31 Juli, 1556. Dari pertobatannya mewariskan buku Latihan Rohani (LR) kepada umat katolik seluruh dunia, sesuatu yang beharga, dari zamannya sampai sekarang. Para peserta retret 30 hari dengan menggunakan bukunya Latihan Rohani. Peserta retret diajak lewat ‘Azas dan Dasar’ hidup menuju ‘Kontemplasi mendapatkan Cinta’ dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya St. Ignatius mendapat julukan ‘Bapa Latihan Rohani’ atau retret. Sesanti yang masyur menjadi milik umum adalah ‘AMDG’ - Ad Maiorem Dei Gloriam-. semua gagasan, keputusan dan tindakan hanya ‘Demi Tambahnya Kemuliaan Allah.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.