KASIH SEJATI

20 August 2021

Jumat, 20 Agustus 202`1

Rut 1:1.3-6, 14b-16, 22

Mazmur 146:5-10

Matius 22:34-40


“Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai.” Rut 1:22


KISAH RUT, perempuan Moab, pada bacaan pertama, merupakan kisah mengenai kesetiaan kasih sejati. Ketika Israel dilanda kelaparan, Elimelekh dan Naomi, istrinya, beserta kedua anak lelaki mereka, pergi dari Bethlehem ke negeri Moab, dan menetap “di situ sebagai orang asing” (Rut 1:1). 

Bani Moab selalu menjadi sesuatu yang dilematis bagi orang Israel. Kedua bangsa itu punya asal usul sama dari Terah, ayah Abraham (Kej. 11:27). Namun hubungan antar mereka, sering merupakan sebuah enigma, ‘teka-teki’, bisa menjadi musuh, tetapi juga sahabat. Benak orang Israel sering mengatakan, perempuan Moab itu penggoda lakilaki, yang membawa malapetaka (Bil 25:1-2); raja Salomon pun kena (1 Raj. 11:1.7). Namun, di sisi lain, mereka juga pelindung dan penolong. Saat Daud dikejar oleh raja Saul, kedua orangtuanya dititipkan dalam perlindungan raja Moab (1 Sam. 22:3-4).

Malapetaka memang terjadi pada keluarga Elimelekh-Naomi. Di tanah Moab, Elimelekh dan kedua anaknya, yang menikah dengan perempuan Moab, meninggal dunia. Pulanglah Naomi ke Bethlehem. Hanya, Rut, menantunya, yang bersikeras untuk ikut. “Ke mana engkau pergi, di situlah pula aku pergi... bangsamu adalah bangsaku, dan Allahmulah Allahku”, kata Rut (Rut 1:16).

Singkat kisah, Rut-lah yang mengubah sejarah Naomi, yang sempat ingin mengganti namanya menjadi Mara, “sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku” (Rut 1:20). Perempuan Moab itu kemudian menikah dengan Boas, orang Bethlehem, dan dari rahim Rut lahirlah Obed, kakek Daud; dari keturunan Daud inilah, Yesus Sang Penyelamat, hadir. 

Kisah Rut adalah cerminan perintah terbesar dan terutama, seperti diajarkan oleh Yesus: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. ...Kasihilah sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri” (Mat. 22:37.39). Dasar kesetiaan kasih Rut adalah pernyataan imannya, “Allahmu adalah Allahku juga”. Melalui Rut, yang dianggap sebagai keturunan ‘bangsa penggoda’ ini, diperlihatkan bahwa kasih yang sejati selalu didasarkan pada relasi dan kasih kepada Allah. Tanpa dasar kasih Ilahi itu, semua kasih mudah jatuh pada egoisme diri yang bersifat narsistik. (WIT)

DOA: “Ya Bapa yang Mahakasih, murnikanlah kasih kami dalam Kasih-Mu.”

JANJI: “TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim, dan janda ditegakkanNya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.” Mazmur 146:9

PUJIAN: Dalam Kitab Suci, begitu banyak kutipan, di mana kita harus memberikan keadilan kepada anak yatim dan janda, serta memberi makanan dan tumpangan bagi orang asing (lih. mis. Kel. 22:22; Ul. 10:18; Yes. 1:17; Za. 7:10; Mal. 3:5; Yak. 1:27: Mat. 25:35). Dasarnya hanya satu, “Tuhan adalah Bapa bagi anak yatim, dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; (dan) Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara (Mzm. 68:6-7; Yer. 49:11). Sekarang giliran kita mewujudkannya dalam praktik Gerejani di paroki maupun lingkungan.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.