KASIH TUHAN ITU ABADI
08 May 2021
Sabtu, 8 Mei 2021
Kisah Para Rasul 16:1-10
Mazmur 100:1b-2, 3, 5
Yohanes 15:18-21
“Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.” Mazmur 100:5
KEDATANGAN YESUS ke dunia, sebagai Utusan Allah, adalah bukti bahwa Allah begitu mengasihi kita umat- Nya, supaya setiap orang yang percaya kepada Yesus, tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Karena ‘kasih setia-Nya tetap serta turun temurun’ (Mzm 100; 5), Yesus mengutus para murid-Nya untuk meneruskan karya keselamatan bagi semua orang itu, sepanjang zaman. Dengan dasar para rasul Yesus dirikan Gereja-Nya, sebagai tanda dan sarana keselamatan itu.
Untuk kelestarian kasih setia-Nya itu, Ia utus Roh Kudus mendampingi dan menjiwai Gereja-Nya dalam perutusan. Gereja terbuka bagi setiap orang dari segala suku dan bangsa, termasuk kita dan bangsa kita. Kita diminta untuk meneruskan kasih Allah yang tanpa syarat kepada siapa saja, yang membuka hati kepada kasih Allah itu.
Kasih Allah yang diungkapkan dalam pribadi Yesus itu abadi, tidak berubah bagi kita umat manusia. Ketika dunia dan orang di sekitar kita berhenti mengasihi kita, tidaklah perlu kita khawatir atau kecewa sebab Yesus selalu ada, Dia mencintai, menerima kita dan tak pernah meninggalkan kita. “Tidak ada yang lebih besar daripada kasih seseorang yang memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya” (Yoh 15:13).
Kalau kita mau menerima kasih Allah dan mau diselamatkan oleh-Nya, tentu dunia tidak senang, atau malahan menolak kita. Maka dalam Injil hari ini Yesus mengingatkan kita, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku daripada kamu.” (Yoh 18:1).
Kita perlu siap-siap menghadapi ancaman dan penolakan karena Nama-Nya. Yesus tetap akan menyertai kita, sampai akhir zaman (Mat 28:20). Dan Ia “adalah setia” (1 Kor 1:9; 2 Tes 3:3). Ia tak akan ingkar janji menyertai kita (2 Tim 2: 13). (PTR)
DOA: “Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih-Mu yang menyelamatkan. Mampukan kami untuk mengasihi dan mencintai sesama. Amin.”
JANJI: “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu, tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” Yohanes 15:9
PUJIAN: Devosi “Jum’at Pertama” (Jumper) sudah lama dikenal dan dihayati oleh umat. Tetapi “Sabtu Pertama” dalam bulan, umat berdoa untuk para imam belum begitu dihayati meski sudah banyak dikenal. Devosi Sabtu pertama dipersembahkan kepada Bunda Maria, sebagai ‘Ratu Para Imam’, berawal adanya keprihatinan berkurangnya panggilan. Selain berdoa untuk panggilan, umat diminta juga berdoa bagi kesucian hidup para imam.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ