KASIH YESUS MEMPERSATUKAN BUNDA MARIA DAN PARA MURID-NYA
20 May 2024
Senin, 20 Mei 2024
Kisah Para Rasul 1:12-14
Mazmur 87:1-2.3.5.6-7
Yohanes 19:25-34
“...berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!” Kemudian kataNya kepada murid-muridNya : “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” --- Yohanes 19 : 26-27
SABDA KETIGA yang diucapkan Yesus sesaat menjelang kematian-Nya di kayu salib, ditujukan kepada Bunda-Nya, dan murid-murid-Nya.
Bunda Maria dengan derai airmata, hati yang hancur dan pilu berjalan mengikuti langkah Putera-nya menuju Golgota. Apa yang dinubuatkan Simeon ketika ia mempersembahkan bayi Yesus di bait Allah : “ --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--, ...” (Lukas 2:35), benar-benar dia alami. Pedang itu telah menembus jiwanya sangat dalam. Hati Maria teramat sakit dan menderita menyaksikan Putera semata wayang yang sangat dikasihinya disiksa secara sadis dan dipaku pada kayu lambang kehinaan. Yesus Sang Putera meregang nyawa di depan matanya, Maria hanya tersimpuh dalam lautan kepedihan di bawah kaki salib.
Di samping Maria, seorang murid yang dikasihi Yesus pun bersimpuh. Dia satu-satunya, dari 12 murid pilihan Yesus, yang tetap setia mengikuti perjalanan Yesus ke Golgota, bersama Maria ibunda Yesus dan beberapa wanita, ia menyaksikan Sang Guru -kebanggaan dan sumber harapannya, tergantung di salib dengan tubuh lemah, penuh luka berlumur darah, dengan nafas-Nya yang mungkin sedikit lagi tersisa. Murid yang menyebut dirinya dikasihi Yesus itu tertunduk larut dalam duka, bingung dan tak berdaya.
Yesus tahu kekuatan fisik-Nya tinggal sesaat lagi, maka sebelum Ia menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa-Nya, Yesus dengan penuh belas kasih, penuh cinta dan perhatian memandang wajah ibu-Nya, wanita yang di dalam rahimnya Ia pernah bersemayam, yang melahirkan, menyusui dan merawat-Nya dengan penuh kasih. Ia tidak akan meninggalkan ibunda-Nya sendirian menghadapi kehidupan, tanpa keluarga. Lalu, Ia pun memandang murid yang dikasihi-Nya. Murid yang kelak paling memahami apa artinya kasih dan pengorbanan yang sempurna, karena ia melihat dan mengalaminya bersama bunda Maria dalam kesetiaan di puncak Golgota. Ia tidak akan membiarkan murid-murid yang dikasihi-Nya seperti anak ayam kehilangan induk, tercerai berai dan hilang pengharapan.
Misi penyelamatan umat manusia dicapai di puncak Golgota, namun rancangan keselamatan tidak berhenti sampai disitu. Di tempat yang sama, menjelang kematian-Nya , Yesus mempersiapkan hari depan bagi Bunda dan para murid-Nya. Gereja-Nya.
Dalam Bacaan Injil hari ini (ayat 26-27) Yesus memberikan Maria, yang selama di dunia telah menjadi ibunda-Nya, kepada murid-murid-Nya. Perawan Maria yang Terpilih sejak awal, menjadi Ibu Rohani bagi murid-murid-Nya. Kasih Yesus yang sempurna mempersatukan semua yang dikasihi-Nya dalam satu keluarga, Gereja-Nya. Setelah Yesus wafat, dikatakan murid yang dikasihi itu menerima Maria, ibu Yesus, di dalam rumahnya. Bunda Maria tinggal bersama-sama para murid. Ia mendampingi, menyemangati dan menjadi pemersatu para murid dalam perjuangan pewartaan Injil. Wasiat Yesus pun dipegang teguh hingga saat ini. Maria menjadi Bunda Surgawi bagi seluruh umat-Nya.
Mari kita bersyukur dan bersukacita karena Yesus telah memberikan kita Bunda Penolong, yang setia berdoa bagi kita di surga, menjadi perantara dan menyampaikan doa-doa kita kepada Putera-nya, Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat umat manusia. (Amanda)
DOA: ”Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah memberikan Bunda-Mu kepada kami. Semoga Engkau selalu berkenan mengabulkan doa-doa yang kami panjatkan kepada-Mu melalui perantaraan doa bersama Bunda-Mu terkasih, Bunda Maria, Bunda Surgawi kami, Amin.”
JANJI: ”Tetapi tentang Sion dikatakan: “Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.” - Mazmur 87:5
PUJIAN: Hari ini Gereja Katolik sejagat merayakan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Bunda Gereja. Peringatan ini berawal dari keputusan Paus Fransiskus dalam dekret tanggal 11 Februari 2018 pada peringatan 160 tahun penampakan Bunda Maria di Lourdes, Perancis, kemudian ditetapkan sebagai peringatan wajib dalam kalender litugi Gereja pada tanggal 3 Maret 2018. Melalui perayaan ini, Gereja bermaksud menyadarkan umat beriman bahwa Bunda Maria tak terpisahkan dari kehidupan Gereja di tengah dunia. Maria selalu hadir bersama di dalam Gereja dan menyertai Gereja dalam situasi apa pun. Dalam seluruh ziarah Gereja di tengah dunia, Maria hadir sebagai bunda yang melindungi, menemani, mendoakan, dan memberikan kekuatan. Dalam pengertian ini, kita merenungkan keibuan spiritual Maria yang adalah Bunda Putra Allah, serta pada saat yang sama, Bunda dari mereka yang mencintai dan dicintai Putranya.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)