KASIHNYA YANG SEJATI!
24 September 2018
Senin, 24 September 2018
Ams 3:27-34
Mzm 15:2-5
Lukas 8:16-18
“Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Iapun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya” --- Amsal 3:34.
ALLAH ITU Kasih. Kasih yang sempurna, tersalib; Kasih yang tanpa syarat dan kasih yang tak ter-batas! Kepada kita, Allah melimpahkan Kasih-Nya itu sejauh kita mau menghargainya. Tetapi bagaimanapun pula Kasih Allah itu selalu menuntun kita ke arah keselamatan dan penyucian.
Maka tak heran sering saja Allah mengungkapkan Kasih-Nya itu dengan cara-cara yang sukar kita pahami. Contohnya saja, bila kita sombong, Tuhan akan tegas kepada kita dan Dia akan menyatakan adanya kesombongan yang membahayakan keselamatan kita (Ams 3:34; 1 Ptr 5:5). Juga Tuhan akan memandikan kita dengan siraman cahaya sehar bila kita mau mendengarkan sabda-sabda-Nya. Lebih dari itu, Tuhan ingin sekali mendengar dan mengabulkan semua permohonan yang kita ajukan kepada-Nya. Tetapi karena kedosaan dan cinta-diri kita, kita lalu sering salah dalam berdoanya (Yak 4:3). Lalu Tuhan menunjukkan Kasih-Nya dengan menjawab doa-doa kita sedemikian rupa sehingga sendiri lalu menjadi bingung bertanya-tanya, meski jelas itu menuntun kita ke arah keselamatan dan kekudusan kita.
Tuhan itu begitu bermurah hati dalam melakukan mukjizat-mukjizat, penyembuhan dan pelepasan, tetapi Tuhan tetap tak akan menyetujui bila kita berpandangan, ada sesuatu yang lain, selain Salib yang menjadi pokok hidup di dalam Kristus. Malahan juga Tuhan itu menunda-nunda kedatangan-Nya kembali demi semakin banyak orang yang mau diselamatkan. Serahkanlah hidup anda seutuhnya kepada-Nya dan mohon dan carilah kekudusan! Kalau demikian Kasih Allah akan menjadi jelas dan terang bagi anda!
Doa: Bapa, bentuklah aku kembali selaras dengan citra dan gambaran Putera-Mu!
Janji: “Tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan” --- Lukas 8:17.
Pujian: Ratna berdoa untuk suaminya peminum berat selama dua puluh tahunan. Akhirnya Tuhan mendengarkan doanya, dan bertindak tega dalam hidup suaminya dan membebaskannya. Tuhan dalam kasih-Nya menuntunnya menjalani hidup sederhana.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ