KAUM MUDA – ‘BERMIMPILAH’ !
26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020
Pkh 11:9—12:8
Mazmur 90:3-6, 12-14,17
Lukas 9:43b-45
Mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya!” --- Lukas 9:45
ADA LAGU sudah lebih dua tahunan ‘ngetrend’ di kalangan umat, khususnya di kalangan muda. Lagu ini “Hidup ini adalah kesempatan!”.
Kesempatan untuk apa? Untuk ‘melayani Tuhan!’, untuk ‘menjadi berkat’ bagi sesama!
Bacaan pertama, dari Pengkotbah, menyapa kaum muda, “Bersukacitalah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu” (Pengk 11:9). “Jangan takut bermimpi untuk hal-hal besar”, ajak Paus Fransiskus kepada kaum muda. “Penyesalan selalu datang terlambat”, judul suatu renungan tentang orang-orang yang bimbang ragu di masa muda, maju mundur membuat keputusan. Dan waktu orang telah lansia, baru menyesali, ‘ah dulu koq tak begini atau tak begitu…’. Paus meminta anak muda agar jangan sampai menjadi korban diri sendiri, karena terus bimbang ragu tak menentu.
Bait kedua dari Lagu “Masa Muda”, bertutur, “sungguh senang kuberikan pada-Mu, ya Tuhan. Apa yang ada pada diriku – kus’rahkan untuk kemuliaan-Mu”.
Ini tanggapan pada kata-kata Refrennya, “Masa mudaku – masa yang terindah, masa Tuhan memanggilku. Masa mudaku, masa yang kukenang, kutinggalkan s’mua dosaku!”
Yesus dalam Injil juga menantang para murid-Nya, setelah Yesus buka kartu bahwa Diri-Nya ‘akan diserahkan ke tangan manusia!’ Para murid tidak memahami makna kata-kata Yesus, tetapi mereka “tidak berani menanyakannya kepada-Nya”.
Selagi masih muda, agar hidup tidak sia-sia, anak muda diminta tidak takut bermimpi, tidak perlu takut bertanya akan kehendak Tuhan untuk dirinya, meski itu berarti ‘memanggul salib, mengikuti jejak Yesus’! (SW)
DOA: Ya Yesus, urapi diriku dengan Roh Kudus-Mu agar aku berani membuat komitment untuk kebesaran Kerajaan Bapa-Mu!
JANJI: “Dengarlah dan camkanlah segala perkataanKu ini!” --- Lukas 9:45
PUJIAN: Rasul Paulus mempunyai dua murid yang masih muda, kesayangannya, Titus dan Timotius. Keduanya murid sejak muda bersemangat, cerdas; memutuskan menjadi teman seperjalanan misioner, keduanya akhirnya ditunjuk menjadi uskup.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ