KEADILAN MENJADI UKURAN KARYA

19 January 2023

Kamis, 19 Januari 2023

Pekan Biasa II

Hari Kedua Pekan Doa Sedunia

 

Ibrani 7: 25 – 8: 6

Mazmur 40: 7-8a. 8b-9. 10, 17

Markus 3: 7-12

 

“Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya Tuhan”.

Mazmur 40: 10

 

PERIKOP INI MERUPAKAN rangkuman dari pengajaran serta karya pelayanan Yesus. Penginjil Markus memang lebih menekankan karya mukjizat Yesus ketimbang para penginjil lain. Penyakit dan kekuasaan roh jahat menjadi sasaran utama karya Yesus.

Salah satu kekhususan dari karya Yesus adalah mewartakan keadilan. Ini yang selalu dinanti-nantikan oleh bangsa Israel, seperti yang disiratkan dalam Mzm. 40, di mana diyakini, setiap utusan Allah itu selalu akan mewartakan keadilan. Secara konkret, itu digambarkan dalam harapan mengenai utusan Allah pada Yes. 61:1-2a. “Roh Tuhan Allah ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku. Dia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-prang tawanan, dan kepada orang-orang terkurung, kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun Rahmat Tuhan" (Yes. 61:1-2).

Karya Yesus itu—keadilan bagi yang percaya pada Allah--, begitu mencolok dan dominan, sehingga roh-roh kotor, yang “melihat Yesus, sujud di hadapan-Nya, dan berteriak, “Engkaulah Putra Allah” (Mrk. 3:11). Meski, bagi roh-roh kotor, pernyataan ini sangat menyakitkan, namun pernyataan ini merupakan final karya Ilahi, yang mengundang sebuah iman. Inilah yang diungkapkan oleh komandan pasukan Romawi ketika menyaksikan wafat Yesus di kayu salib, dan dengan imannya, ia berkata: “Sungguh, orang ini Putra Allah!” (Mrk. 15:39).

         Rangkuman karya Yesus yang dilihat melalui Yes. 61 ini bisa dipakai untuk merefleksikan karya Gereja zaman ini. Apakah karya-karya tersebut mencerminkan adanya prioritas karya kasih dan keadilan Kristiani, sehingga makin banyak orang memuliakan Allah, ‘ad maiorem Dei gloriam’? Lalu, seberapa jauh jangkauan dari karya misioner Gereja itu sendiri?

Pada perikop ini (3:7-12), Markus telah menunjukkan, bahwa karya Yesus 'menyentuh' semua lapisan dan karakter masyarakat melalui nama-nama Galilea, Yudea, Yerusalem, Idumea, seberang Yordan, daerah Tirus dan Sidon. Wilayah pelayanan inilah yang kemudian menjadi dasar untuk memanggil dan memilih kedua belas rasul pada perikop berikutnya (lih. Mrk 3:13-19). Di sinilah, Yesus memilih para murid-Nya sungguh-sungguh demi Injil, yaitu seluruh karya dan pengajaran-Nya yang terangkum pada perikop Mrk 3:7-12, bukan atas dasar keinginan pribadi para murid. Inilah makna sejati sebuah panggilan. (WIT). 

 

DOA            “Ya Allah yang Mahakasih, jadikanlah kami rasul dan pewarta Sabda-Mu, yang mampu untuk menyentuh semua lapisan, tanpa membedakan kedudukan sosial maupun asal usul kemanusiaan”. Amin.

JANJI          ”Sesungguhnya, akan datang waktunya,” demikianlah firman Tuhan, ”Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda”. Ibrani 8:8.  

PUJIAN      Sesungguhnya dalam khazanah penggunaan Kitab Suci di kalangan Gereja Perdana (th. 30 dst.) tidak dikenal penggolongan ‘Perjanjian Lama’ dan ‘Perjanjian Baru’. Waktu itu, Gereja Perdana tetap memakai kitab-kitab suci Yahudi sebagai bahan pengajaran, dengan menambahkan bahan-bahan tradisi mengenai kisah hidup dan karya Yesus Kristus. Baru, ketika tulisan (teologi) Paulus muncul sekitar th. 50-an (Surat Pertama kepada umat Tesalonika), sedikit demi sedikit mulai dibedakan secara tegas antara apa yang diimani oleh orang-orang Yahudi melalui kitab-kitab sucinya, dan apa yang diimani oleh para pengikut Yesus Kristus melalui kisah dan pewartaan hidup, sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. Itulah saat di mana “Tuhan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda” (Ibr.8:8; lih. Yer. 31: 31-34). Dari sinilah, Paulus menunjukkan ‘hadirnya perjanjian yang baru’, dan menyatakan bahwa “yang pertama (yaitu perjanjian yang lama), sebagai perjanjian yang telah tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya” (Ibr. 8:13). ‘Teologi’ Paulus inilah yang membuat orang-orang Yahudi sangat benci kepadanya.

Penanggung Jawab: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.