KEBAHAGIAAN YANG SEJATI
11 September 2019
Rabu, 11 September 2019
Kolose 3:1-11
Mazmur 145:2-3,10-11,12-13ab
Lukas 6:20-26
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. ---- Kolose 3:2
SETIAP MANUSIA tentu ingin hidup bahagia, walaupun ukuran kebahagiaan itu sendiri pun bagi setiap orang pasti berbeda pula. Ada bahagia kalau memiliki banyak uang, atau rumah tangganya harmonis, dan lain sebagainya. Ukuran-ukuran itulah yang membuat orang bekerja tanpa henti atau bekerja keras dalam hidupnya, dan bahkan tidak sedikit pula orang melakukan tindakan tidak terpuji dalam hidupnya. Dan jika ia tidak menemukan kebahagian juga, maka ia mulai menggunakan cara-cara yang singkat untuk mendapatkan kebahagiaan sesaat seperti minum minuman keras dan narkotika. Itu merupakan hal realita yang kita temui dalam hidup saat ini.
Jika kita memiliki iman yang teguh dalam Tuhan Yesus, kita akan tahu mana kebahagiaan yang sesungguhnya dan mana yang bersifat sementara. Manusia seringkali memilih kebahagiaan menurut ukurannya sendiri yang berlawanan dengan kebahagiaan yang Tuhan kehendaki.
Meskipun kita memiliki segalanya, kita perlu tetap mengutamakan kasih dan senantiasa mengandalkan-Nya dalam hidup; inilah kebahagian sesungguhnya. Dan jika kita memiliki segalanya tetapi kita melupakan Tuhan dan sesama, kita akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan itu. (Ptr)
Doa: Ya Yesus...tanamkan kebahagian yang sesungguhnya dalam hatiku yang sesuai dengan apa yang Engkau ajarkan dalam firman-Mu.
Janji: “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” ---- Kolose 3:3.
Pujian: Aku bersyukur kepada Tuhan Yesus, setelah mengikuti Kursus Evangelisasi Pribadi dan mengikuti Komunitas Doa, saya mulai lebih menyadari arti kebahagiaan sejati di dalam-Nya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ