KEBERANIAN BERBELASKASIH KEPADA SESAMA YANG MEMBUTUHKAN

24 October 2022

Senin, 24 Oktober 2022 

Efesus 4:32-5:8

Mazmur 1:1-2,3,4,6

Lukas 13:10-17

  

“Yesus meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliahkan Allah.”

Lukas 13:13

 

Delapan belas tahun menderita sakit sampai punggungnya bungkuk dan tidak dapat berdiri tegak kembali. Yesus dapat merasakan betapa beratnya penderitaan perempuan itu maka la berinisiatif memanggil perempuan itu dan berkata: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh" (Luk. 13:12). Yesus tidak bertanya terlebih dahulu tentang apa penyakit perempuan itu dan sudah berapa lama ia menderita. Bahkan, Yesus tidak mau peduli kalau hari itu adalah hari Sabat; hari dimana orang tidak boleh bekerja. Bagi Yesus yang paling utama adalah melepaskan ikatan penderitaan yang telah lama menjerat perempuan itu.

Yesus hidup di dalam kasih. Ia lebih memilih kasih dan keselamatan sesamanya dibanding aturan-aturan kaku apalagi nama baik dan pujian di depan orang-orang.

Rasa iba sering muncul dalam hati kita saat melihat penderitaan orang lain. Namun demikian, kita sering menunda aksi nyata kasih kepada sang penderita dengan alasan bukan tanggung jawab saya, nanti saja, jangan-jangan kita ditolak', dan alasan lainnya. Memang tidaklah mudah untuk mempunyai keberanian berbelas kasih kepada sesama itu. (SW).

 

DOA           “Ya Yesus yang murah hati, bagi-Mu manusia yang menderita itu lebih penting dibandingkan dengan diri-M sendiri. Teguhkanlah iman dan panggilanku agar aku pun berani mewujudnyatakan tindakan kasih kepada orang-orang yang sangat membutuhkannya. Amin.”

 

JANJI        “Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” Mazmur 1:2

 

PUJIAN     Hari ini tanggal 24 Oktober kita memperingati Santo Antonius Maria Claret. Seorang Kudus yang begitu tidak kita kenal. Ia seorang Putra Spanyol yang lahir 23 Desember 1807, ia anak tukang tenun kain. Ia tidak tertarik untuk berdagang tenun tetapi dia lebi suka dan bercita-cita menjadi Imam. Ketika usia 22 tahun ia masuk seminari dan di tabiskan menjadi Imam tahun 1835. Beberapa tahu kemudian ia memutuskan masuk menjadi Imam Tarekat Yesus (SJ). Sayangnya, beberapa tahun kemudian ia menarik diri kembali karena kesehatannya terus terganggu. Ia kembali ke kota kecil Sallent dan menjadi Pastor di sana, ia juga menjadi Pastor pembimbing ret-ret dan giat melaksanakan kegiatan misioner lainnya bagi umat di Catalonia dan di pulau-pulai lainnya di sekitar laut tengah. Salah satu usahanya yang terkenal ialah penerbitan Katolik yang di terbitkan ribuan brosur dan tulisan Rohani yang sangan berguna bagi pelajaran agama. Ia juga mendirikan Religius Imam-Imam Putra Hati Tak Bernoda Maria. Selagi Antonius masih hidup Tarekat ikut berkembang sampai ke Perancis, America dan Afrika. Akhirnya ia di tunjuk menjadi Uskup Agung di Santiago Kuba. Ia menghadiri Konsilivatikan I pada tahun 1870 dan gigih mempertahakan ajaran tentang Infalibitas Paus (Ketidaksesatan Paus dalam mengajar).

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ.

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.