KEBERSAMAAN IMAN YANG MENYEMBUHKAN
07 December 2020
Senin, 7 Desember 2020
St. Ambrosius
Yesaya 35:1-10
Mazmur 85:9a-10, 11-12, 13-14
Lukas 5:17-26
“datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus”. ---- Lukas 5:18
BACAAN INJIL hari ini adalah kisah mengenai “orang lumpuh”. Kisah ini adalah sebuah potret realita di kehidupan kita yang terjadi sehari-hari. Orang lumpuh itu boleh kita terima juga sebagai ;kiasan’. Maka ‘si lumpuh’ itu bisa jadi seorang pemulung yang sedang sakit dan hanya tergeletak di atas tikar di rumah. Ia tidak punya biaya ke rumah sakit. ‘Si lumpuh’ bisa juga seorang pemuda yang karena masa lalu yang kelam dikucilkan dan jadi bahan gosip orang-orang sekitarnya; bisa juga seseorang yang begitu nakal dan tidak terkendali karena salah didikan; bisa juga remaja yang merasakan kehampaan hidupnya lalu melarikan diri ke dugem (dunia gemerlap).
Yang jelas mereka semuanya ini adalah orang-orang yang membutuhkan sapaan kasih Tuhan Yesus melalui kita semua.
Apa yang sudah kita lakukan buat ‘si lumpuh?’ Dalam hidup ini tidak ada yang kebetulan. Di balik setiap kejadian yang kita lihat dan alami pasti ‘ada maksud Tuhan. Jika Tuhan mengizinkan kita melihat “orang-orang lumpuh” itu di sekitar kita, tentu saja ‘ada maksud Tuhan’. Tuhan ingin kita melakukan sesuatu untuk mereka. Sudahkah kita mengambil sikap seperti keempat orang yang dengan segala perjuangan menggotong si lumpuh kepada Yesus dalam bacaan Injil ini? Atau jangan-jangan kita justru menjadi seperti orang banyak itu, yang malah menghalangi si lumpuh datang kepada-Nya.
Kita lihat meskipun orang banyak menghalangi keempat orang yang menggotong orang lumpuh ini datang kepada Yesus namun tidak menggoyahkan iman mereka karena mereka percaya bahwa Yesus pasti akan menyembuhkan orang lumpuh ini. Keyakinan mereka akan kasih Yesus begitu besar. Keyakinan mereka yang besar kepada Yesus itulah yang membuat mereka dapat melalui segala hambatan dengan membongkar atap dan menurunkan orang lumpuh itu tepat berada di depan Yesus.
Kerelaan hati dan usaha keras tanpa menyerah untuk membawa orang lumpuh ini kepada Yesus. Inilah bukti iman percaya mereka kepada Yesus ketika mereka memiliki hati untuk peduli akan kebutuhan orang lain dan membawanya kepada Yesus. Inilah bentuk solidaritas dan kepedulian kepada orang yang membutuhkan dan ditunjukkan oleh keempat orang itu untuk membawa orang lumpuh ini kepada Yesus.
Ingatlah akan satu hal ini: “Di balik setiap kejadian yang kita lihat, dengar, alami, ada pesan Tuhan untuk kita berbuat sesuatu atau lakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh keempat orang yang menggotong orang lumpuh ini kepada Yesus.” (JRS)
DOA: Ya Tuhan, mampukan aku untuk mengenal kehadiran-Mu dalam kehidupanku dan sembuhkanlah aku orang yang berdosa ini. Amin.
JANJI: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, AllahMu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!” ---- Yesaya 35:4
PUJIAN: Melihat seorang nenek menjadi korban tabrak lari, empat orang anak yang dalam perjalanan pulang dari sekolah melihat kejadian itu, langsung menahan sebuah mobil untuk membawa nenek ini menuju rumah sakit. Solidaritas yang ditunjukkan keempat anak ini telah menyelamatkan nyawa nenek ini.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ