KEDEGILAN HATI MENGHALANGI PERTOBATAN
09 December 2022
Jumat, 9 Desember 2022
Yesaya 48:17-19
Mazmur 1:1-2,3,4,6
Matius 11:16-19
“Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung” --- Matius 11:17
KEDEGILAN HATI membuat seseorang tidak mau menerima masukan ataupun pendapat orang lain. Yesus melihat hal ini terjadi pada orang-orang di sekitar-Nya. Ia melihat hati mereka sudah mengeras, beku, kaku, menjadikan mereka sombong dan selalu merasa benar. Mereka hanya sibuk mencari-cari kesalahan jika yang ditemui tidak sepaham dengan pendapat mereka. Mereka menentang perkataan dan tindakan Yohanes dan Yesus.
Yesus yang berduka, mencela kedegilan hati orang-orang pada zaman-Nya itu melalui perumpamaan anak-anak yang duduk di pasar berseru kepada teman-temannya. Meniup seruling adalah gambaran ajakan pertobatan untuk menerima suka cita keselamatan dan Kabar Baik dari Yesus. Menyanyikan kidung duka adalah gambaran akan kesedihan Yohanes melihat mereka jatuh ke dalam dosa, tetapi merekapun tidak berkabung. - ayat 17. Cara hidup Yohanes yang tidak lazim sebagai pertapa, dimana ia tidak makan dan tidak minum seperti orang biasa, mereka anggap sebagai sedang kerasukan setan. – ayat 18.
Kedegilan hati membuat mereka tidak mau menerima ajaran Yohanes dan Yesus. Mereka mencela Yesus yang makan minum bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Mereka gagal paham bahwa Yesus juga datang kepada orang-orang yang berdosa. Kedegilan hati telah menghalangi pertobatan dan suka cita yang seharusnya mereka terima. Maka di masa adven pekan kedua ini, sungguh menjadi saat yang tepat untuk semakin membuka hati dan melakukan amal kasih kepada sesama kita. Hidup dalam hikmat Allah. – ayat 19. Dengan cara selalu memperhatikan perintah-perintah-Nya, sehingga hidup kita damai sejahtera, dan kebahagiaan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Yes 48:18 (TON).
DOA: “Ya Bapa, jadikanlah aku mampu menjadi pembawa Kabar Baik yang lemah lembut, setia, dan rendah hati.”Amin.
JANJI: ”Sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. ” - Mazmur 1:6
PUJIAN: Dion saat ini duduk di kelas 6 SD. Seperti pada beberapa tahun sebelumnya, di masa adven ia pantang jajan. Uang saku yang terkumpul ditambah uang dari orang tuanya, akan digunakan membeli bingkisan Natal. Semuanya diberikan kepada anak-anak tetangganya yang tidak mampu, sehingga mereka semua juga dapat merayakan suka cita Natal.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ