KEJUTAN – KEJUTAN

29 June 2021

Selasa, 29 Juni 2021 

Kisah para Rasul 12:1-11

Mazmur 34:2-9

2 Timotius 4:6-8. 17-18

Matius 16:13-19

 

“Aku mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari kegentaranku” --- Mazmur 34:5

 

TIAP TANGGAL 29 Juni, Gereja merayakan pesta rasul Petrus dan Paulus. Dua pilar Gereja yang kokoh kuat. Dalam panggilan mereka mengikuti Yesus keduanya mengalami kejutan-kejutan dalam hidup mereka.

Kalau kita membaca Kisah para Rasul yang menjadi bacaan hari ini (Kis 12: 1-11), kita bisa berandai-andai menyaksikan lepasnya Petrus dari penjara. Saat itu, Petrus tertidur, yang dibelenggu dengan dua rantai, dijaga dua prajurit,    dan umat setempat berkumpul dan khusuk berdoa, menjelang hari sidang pengadilan Petrus. Tiba-tiba ada malaikat bercahaya menyilaukan menghampiri Petrus, menepuk bahunya, melepas kedua rantainya, menyuruhnya Petrus berpakaian. Dia dan malaikat berjalan aman melewati dua kelmpok penjaga dan keluar dari pintu besi yang terbuka sendiri. Sampai di luar berjalan sampai ujung dan malaikat lalu  menghilang. Petrus bingung. Ia cubit tangannya sendiri dan menjadi sadar bahwa dirinya tak bermimpi.

Sesampai di rumah di mana umat berkumpul berdoa bagi diri Petrus , ia mengetuk pintu. Pelayan perempuan membuka pintu untuk mengetahui siapa yang mengetuk. Ia kaget melihat Petrus di depan pintu. Ia lari ke dalam dan lupa mempersilahkan Petrus masuk (Kis 12: 5-14).

Hidup Petrus dan Paulus itu penuh kejutan dan jawaban tak terduga terhadap doa-doa. Kalau kita mengenang panggilan Petrus saat pertama, kita ingat peristiwa menjala ikan semalam suntuk tanpa hasil. Tetapi sewaktu Yesus yang ada di perahu Simon dan menyuruh untuk menebarkan jala, Simon dan teman-teman  menangkap ikan banyak sekali sampai jala hampir sobek (Luk 5:4-11). Berikutnya baru saja Yesus menunjuk Simon sebagai ‘kepala  jema’at’, lalu Ia menghardik Simon agar tidak mendengarkan iblis (Mat 16: 16-19. 22-23). Sewaktu Petrus menyatakan akan tetap setia pada Yesus sampai mati, Yesus justru mengatakan dia akan  menyangkal-Nya (Yoh 13: 17-18).

Sedang PAULUS, hidupnya berubah tak terduga. Dia berdoa agar mampu memusnakan pengikut ‘gerakan jalan baru’, tetapi justru dia bertatap muka dengan sang Pendirinya. Dan Paulus ditunjuk oleh-Nya untuk menjadi Rasul-Nya (Kisah 9: 1-20). Dan sewaktu bersama 276 orang berlayar ke Roma, Paulus berdoa untuk keselamatan pelayarannya, hasilnya justru perahu terdampar (Kisah 27:21--28: 10). Kerinduannya untuk mengunjungi dan melayani umat di Roma benar-benar terpenuhi waktu dia menjadi tahanan (Rm 10:1; Kisah 23: 10-11).

Mungkin kita pernah mengalami seperti Petrus dan Paulus, kita berdoa memohon sesuatu, tetapi kita tak bisa mengenalinya jawaban doa Tuhan dalam bentuk yang lain. Dalam pelayanan pengurapan orang sakit, kita berdoa bersama supaya yang sakit gawat sesudah penerimaan Sakramen, boleh dengan tenang menghadap Tuhan, tetapi kita kaget, justru si sakit malah sembuh total.

Tuhan itu penuh dengan kejutan-kejutan. Tak selalu Tuhan menjawab doa kita sesuai dengan keinginan kita. Tuhan dengan sabar selalu mendengarkan doa, harapan dan keingingin kita untuk mengikuti-Nya dan memuliakan-Nya, tetapi dengan cara dan jalan Tuhan. (SW)

       

DOA: Ya Santo Petrus dan Paulus, doakan  daku agar aku bisa mengenali tangan Tuhan menuntun daku dan meluhurkan-Nya karena Tuhan berkenan menanggapi kerinduan terdalam hatiku.

JANJI: “Sekarang tahulan aku benar-benar bahwa Tuhan menyuruh malaikat-nya dan menyelamatkan aku.. ”--- Kisah para Rasul 12:11

PUJIAN: Seorang ibu sakit berat dirawat di RS Siloam, Jl. Simatupang Jakarta Selatan. Ia berputra tiga. Dua di luar kota. Satu-satu anak yang setia menungguinya sudah pindah agama. Anaknya bingung sebab ibunya dua-tiga malam tak dapat tidur dan gelisah terus dan kesehatannya makin memburuk. Dokter sudah angkat tangan dan menyuruh putrinya mendoakan ibunya dan memanggil pejabat agama. Ia hanya kenal ustad dan mau memanggilnya, sang dokter melarang, agar ia memanggil seorang pastor karena ibunya beriman katolik. Seorang Pastor datang bersama umat Lingkungan mendoakannya. Pasien lalu menjadi tenang. Malam ia dapat tidur pulas. Hari berikutnya dokter datang memeriksanya dan menyatakan sudah normal dan sang ibu sorenya boleh pulang.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.