KEKUATAN IMAN DAN ANGGUR BARU

17 January 2022

Senin, 17 Januari 2022

1 Sam 15:16-23

Mazmur 50:8-9.16 -17.21.23

Markus 2:18-22

 

"Tidak seorangpun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, … Tetapi anggur yang baru
hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula”

Markus 2:22

 

SEBAGAI MAHLUK ciptaan-Nya, kita diharapkan oleh Tuhan untuk senantiasa terus bertumbuh dan berkembang serta akhirnya berbuah. Tuhan ingin agar kita terus menemukan potensi dan talenta, yang Tuhan telah tabur dalam diri kita , kemudian mengasah potensi dan talenta  itu  untuk menjadi semakin lebih baik melalui proses belajar serta latihan  dalam praktek kehidupan sebagai orang beriman. Dan ini menjadi ‘Berkat-Nya’ bagi kita.

Pada dasarnya,  Tuhan ingin terus memberikan atau melimpahi kita dengan berkat-berkat-Nya itu, tetapi hal yang menjadi masalah adalah sebesar apa kapasitas iman yang  kita miliki  untuk menampung semuanya itu. Diandaikan kalau kita memiliki kantong-kantong untuk berkat Tuhan, maka sejauh mana  kantong kita memiliki kapasitas yang memadai untuk  menerima  Berkat Tuhan itu ? Apakah kita memiliki kantong-kantong baru yang kuat,  atau kita masih ingin tetap bertahan dengan kantong lama yang usang dan lapuk ? 

Pada masa zaman Yesus, anggur biasanya disimpan di kantong kulit. Sebuah kantong kulit biasanya akan meregang setelah dimasuki anggur, karena anggur terus mengalami fermentasi dan memuai. Dan kantong kulit kemudian mengeras. Bisa dibayangkan jika kantong tua yang sudah mengalami peregangan diisi kembali dengan anggur baru. Anggur baru itu akan melanjutkan proses fermentasi dan pemuaiannya dan berisiko mengoyak kantong tua yang sudah lapuk itu. Dan yang terjadi adalah anggur akan tumpah terbuang percuma. 

Dengan ‘Perumpamaan’  Yesus ingin mengajar kita :hati kita tidak akan bisa menampung Berkat Tuhan  lagi jika hati dan batin, sebagai wadah,  yang kita miliki sudah tua,  dan tidak mengalami pembaharuan iman dan semangat, atau kita tetap berada dalam ‘habitus lama kita’, sehingga tidak lagi layak digunakan untuk menerima Rahmat dan Karunia-karunia Tuhan. Singkatnya, kita harus berubah, bertobat yang membawa ke pembaharuan hidup. Kita perlu  masuk ke dalam ‘habitus baru’ (kulit kantong yang baru) yang memampukan kita menerima ‘anggur yang baru’ yang menyegarkan dan memberi semangat dalam karya pelayanan kita. (GL / Goris Lewoleba).

 

DOA  :  Allah yang Maha  Kasih,  kami mohon melimpahkan segala anugerah dan rahmat bagi kehidupan kami melalui curahan Anggur Baru ke dalam Kantong Hati kami semua yang semakin diperbaharui oleh Roh Kudus .

 

JANJI:  "Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku, siapa yang  jujur jalannya,  keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya”  Mazmur 50:23

 

PUJIAN: Hari ini,  kita memperingati Santo Antonius (251-356), pertapa dan Abbas. Waktu muda ia menanggapi seruan Yesus, “Jikalau orang hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah kepada orang-orang miskin, lalu ikutilah Aku! (Mat 19: 21). Antonius menanggapinya dengan serius. Ia jual segalanya. Ia lalu  mengarahkan seluruh perhatiannya untuk berdoa dan bermatiraga dalam keheningan. Ia mengawali adanya pertapaan-pertapaan dalam kehidupan Gereja muda.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

 

 

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.