KELAHIRAN YESUS
25 December 2018
Selasa, 25 Desember 2018
Hari Raya NATAL
Malam:
Yesaya 9:1-6
Mazmur 96:1-3, 11-13
Titus 2:11-14
Lukas 2:1-14
Fajar:
Yesaya 62:11-12
Mazmur 97:1, 6, 11-12
Titus 3:4-7
Lukas 2:15-20
Siang:
Yesaya 52:7-10
Mazmur 98:1 – 6
Ibrani 1:1-6
Yohanes 1:1-18 (1:1-5, 9-14)
“Firman itu telah menjadi manusia, ..., dan kita telah melihat kemuliaan-Nya,...” ---Yohanes 1:14
ITULAH KESAKSIAN dari Yohanes penginjil. Kalau dikatakan ‘Aku telah melihat-Nya’, ini bearti, dengan kata lain ‘aku telah berbincang dengan-Nya; aku telah menjamah-Nya; aku mengenal-Nya. Secara jujur kukatakan, Dia itu adalah sang al Masih, Putera Allah’.
Dalam jangka waktu tiga tahunan Yohanes menyaksikan mukjizat-mukjizat yang mengagumkan. Ia mengajar apa yang diajarkan Yesus. Ia menyaksikan bahwa Yesus benar-benar menghayati apa yang Yesus sendiri katakan dan ajarkan. Di dalam Yesus, bagi Yohanes, rasanya seperti tinggal bersama dan bersatu dengan Allah yang Mahakuasa sendiri. Dan itulah yang mengubah hidup Yohanes secara dramatis.
Mengapa Allah sampai berkenan mau menjadi ’manusia’? Mengapa Yesus mau menjadi ‘Bayi’ kecil, dan berkenan mau menapaki jenjang-jenjang perkembangan pribadi menjadi dewasa – manusia dewasa seperti kita-kita ini? Dia menjadi sama dalam hal seperti kita kecuali dalam hal dosa! Yohanes tulis dan tegaskan, Ia mau turun ke bumi, agar setiap orang yang percaya kepada-Nya mau tak mau menjadi ‘anak-anak Allah’ (Yoh 1:12). Maka kita butuh percaya dan beriman. Kita baru bisa percaya kepada-Nya, kalau Dia menjadi manusia seperti kita-kita, dan membebaskan kita dari dosa; dosa inilah yang menghambat diri kita untuk percaya!
“Kita telah melihat kemuliaan-Nya. Melihat – menyaksikan ini jauh lebih dalam dibanding kalau kita hanya mengamat-amati fakta. Bagi Yohanes, “melihat / menyaksikan” kemuliaan Yesus artinya mengalaminya secara pribadi. Artinya ikut ambil bagian dalam kemuliaan itu; dirubah oleh kemuliaan-Nya- sehingga Yohanes semakin menyerupai Yesus. Inilah maknanya menjadi ‘anak-anak Allah’. Dan ini adalah kado terbesar dan tak ternilai dari pesta Natal ini; Kado dari Yesus untuk kita!

Hari ini kita sambut dan rayakan Natal. Yesus harapkan agar kita mengalami kemuliaan-Nya itu, sebagaimana dialami oleh Yohanes sendiri. Allah inginkan memberi kuasa mengatasi dosa dan lalu dipenuhi dengan rahmat-Nya. Yang Ia inginkan ialah menjadikan kita-kita ‘ciptaan yang baru’!
Doa: Datanglah ya Putera Allah yang hidup, penuilah hati kami dengan kasih karunia-Mu!
Janji: “Setelah zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek-moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya” --- Ibrani 1:1-2
Pujian: Setelah menghadiri Misa Natal, malam hari, paginya keluarga Karyono berkumpul merayakan Natal bersama di rumah orangtua mereka. Itu suatu rahmat luar biasa, suatu kesempatan bisa bertemu sanak saudara, karena banyak yang sudah lama tak pernah ketemu.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ