KELUARGA KUDUS
26 December 2021
Minggu, 26 Desember 2021
Pesta Keluarga Kudus : YMY
1 Samuel 1: 20-22, 24-28/Sirakh 3: 2-6, 12-14
Mazmur 84: 1-3, 5-6, 9-10
1 Yohanes 3: 1-2, 21-24/Kolose 3: 12-21
Lukas 2: 41-52
“Ia pulang bersama mereka ke Nazaret, dan Ia tetap (patuh) dalam asuhan mereka”
Lukas 2: 51
PESTA KELUARGA KUDUS. Gereja merayakannya pada hari Minggu tepat sesudah Natal. “Terpujilah: Jesus, Maria dan Yosef!”
Mungkin kita berpikir bahwa Keluarga Kudus itu ‘sempurna’, penuh sukacita, bebas dari masalah -masalah. Betulkah demikian. ‘Tidak’ !
- Ada ‘wanita’ ‘mengandung di luar nikah’;
- Ada pria yang gundah hatinya, yang merencanakan meninggalkan istrinya;
- Ada sepasang suami istri, harus pergi sensus penduduk ke asal kota leluhurnya, tetapi tak mendapat tempat penginapan.
- Ada keluarga yang terpaksa harus mengungsi cepat-cepat ke negeri sebrang;
- Pasangan suami istri yang harus menatap sikap terhadap anaknya, usia 12 th., yang berperilaku kurang berkenan pada hati mereka.
Hal terakhir itu, yakni pasangan suami istri: Yusuf dan Maria gagap ‘mengasuh Anak mereka’. Itulah kisah yang kita temukan dalam Injil hari ini.
Dalam perjalanan pulang berziarah tahunan ke Bait Suci Yerusalem, terjadi kisah sedih. Waktu pulang Maria berpisah dengan Yosef, pria bersama pria, perempuan bersama perempuan. Dan sewaktu mereka berdua ketemu, Yesus tidak bersama Yusuf atau salah satu sanak kerabatnya. Dan Yesus, Anak satu-satunya itu pernah dicari mau dibunuh oleh penguasa dengan tidak adil, sekarang tidak diketahui keberadaan-Nya.
Memang betul, Keluarga Kudus itu suci, tetapi juga sangat manusiawi – mengalami pergumulan dalam hidup di masyarakat, seperti kita-kita. Ini artinya, Keluarga Kudus itu mengenal benar pergumulan, jatuh-bangun kita dan permasalahan keluarga kita.
Dikisahkan, Santo Ignatius dari Loyola, seorang Begawan dalam hidup rohani dari abad nam-belas, kalau melihat gambar Keluarga Kudus, ia menatapnya. Ignatius suka membayang-bayangkan dirinya berada di tengah Keluarga Kudus itu. Menggambarkan dirinya, ikut makan semeja dengan Keluarga Kudus, ikut bekerja di bengkel kayu Yosef, membersihkan rumah dan berdoa serta mendengarkan bacaan Kitab Suci bersama. Dalam doa itu Ignatius memohon Roh Kudus agar diberi secercah pemahaman tentang Keluarga Kudus, khususnya bagaimana ketiga pribadi ber-interaksi antar mereka dan dengan tetangga mereka. Tidakkah apa yang dilakukan Santo Ignatius juga dapat kita lakukan sekarang di sini ?
Kalau kita bermeditasi akan Keluarga Kudus, ada beberapa hal yang mungkin dapat kita perhatikan :
- Pertama, keluarga anda itu bukan keluarga sembarangan di hadapan Allah. Tiap keluarga itu bermakna khusus bagi Tuhan, dan menerima berkat dan perhatian khusus dari-Nya;
- Kedua, keluarga anda itu bisa berbuat sesuatu yang spesial dan agung bagi masyarakat Gereja maupun masyarakat umum. Bermimpilah hal-hal yang mulia dan ber-kreatif-lah dalam perbuatan baik bagi Tuhan;
- Ketiga, keluarga anda dapat menjadi keluarga yang kudus juga, tak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Jadilah keluarga yang saleh dan disenangi oleh para tetangga anda. Hiduplah dalam kasih Allah dan semuanya akan dapat terjadi. (S.Widjojo)
DOA : Ya Yesus, bapa Yosef dan ibu Maria, mohon doakan agar semua keluarga semakin menyerupai ‘Keluarga-mu di Nasaret !
JANJI : “Yesus makin bertambah besar, dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia”--- Lukas 2: 52
PUJIAN : Umumnya para pastor dari Kongregasi Keluarga Kudus (MSF), melakukan studi khusus dalam hal hidup keluarga untuk menunjang Pastoral Keluarga di Keuskupan dan di Paroki-paroki dalam Komisi atau Seksi Keluarga. Mereka banyak melibatkan para pasutri.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ