KEMBALI KE FITRAH

19 April 2022

Selasa, 19 April 2022 

Kisah Para Rasul 2:36-41;

                 Mazmur 33:4-5.18-19.20.22;

                 Yohanes 20:11-18.

 

“Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya”.

Mazmur 33:18

 

          MARIA MAGDALENA TIDAK MENGENALI Yesus yang bangkit, karena fokus perhatiannya pada makam yang kosong, dan kesedihan pribadinya. Namun, mata Kristus yang bangkit, tertuju kepada Maria, karena Maria  memiliki iman. Maka, ketika Tuhan memanggilnya: “Maria”, mata perempuan asal Magdala itu segera terbuka. Suara itulah yang membuat ia mengenali Yesus yang bangkit. Hal itu tidak mungkin terjadi, andaikan Maria tetap fokus pada dirinya.

          Sebagai murid Yesus, Maria itu seperti “domba yang mengenali dan mendengarkan suara gembalanya” (lih. Yoh 10:3). Dan, ia menyambut suara Gembalanya dengan mengucapkan: “Rabuni!”, artinya Guru” (Yoh 21: 16). Ungkapan itu mirip dengan kata ‘kurios’ (tuan sang pemilik), yang diucapkan oleh Tomas setelah menyentuh luka-luka Yesus yang bangkit: “Ya Tuanku (Yun. kurios), dan Allah-ku (Yun. theos)” (Yoh 20:28).

Pada Maria Magdalena, suara sabda Yesus itu telah membuatnya kembali ke fitrah dirinya, ke awal jati dirinya, saat menjadi ‘domba Tuhan yang bangkit’. Fitrah inilah yang menjadi dasar perutusan Maria kepada para murid Yesus. Warta “Aku telah melihat Tuhan!” (Yoh. 20:18), adalah esensi warta utama kekristenan.

          Hal semacam ini juga terjadi dalam peristiwa dua murid Emaus. Mereka kembali ke fitrah iman mereka, setelah “mata mereka terbuka, saat Yesus mengambil roti, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka” (lih. Luk. 24:30-31). Dan, setelah kembali ke fitrah mereka sebagai murid yang beriman, merekapun kembali ke Yerusalem, serta mewartakan kepada para murid lain: “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit!” (Luk. 24:34).

          Memang, hanya setelah mata iman kita melihat (seperti Maria Magdalena), serta hati dan telinga kita mendengar (seperti dua murid Emaus), kita menjadi layak untuk diutus memberi kesaksian mengenai Yesus Kristus (bdk Yoh 5:37). Tetapi tidak cukup  hanya mengenal Yesus begitu saja, kita harus secara pribadi masuk serta menyerap hidup dan karya-Nya secara dalam. Tidak cukup kita membicarakan Dia; kita harus menemui-Nya. Yesus sendiri telah memberi “mata iman’ untuk melihat kebenaran Kebangkitan-Nya, serta kemenangan-Nya atas dosa dan maut (lih. Ef 1:18).

          Marilah kita tetap fokus pada Kebangkitan Yesus Kristus, sehingga mampu kembali ke fitrah kita saat dibaptis, serta layak menjadi utusan-Nya melalui Sakramen Penguatan, yang telah kita terima dan berani bersaksi atas iman kita. (Witdarmono).

 

DOA : “Ya Tuhan, jangan biarkan aku gagal mengenali suara-Mu, atau tidak mampu melihat kehadiran-Mu, dalam kehidupanku dan kehidupan sesamaku”.

JANJI: “Kata Petrus: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus”. Kisah Para Rasul 2: 38.

PUJIAN :  Salah satu yang utama dalam spiritualitas St. Ignasius dari Loyola (1491-1556) adalah ‘menemukan Allah dalam segala hal’. Tentu ini tidak mudah, karena fokus mata dan telinga kita sering ‘liar’. Beberapa pakar spiritualitas mengatakan, sekurang-kurangnya ada lima cara untuk ‘menemukan Allah dalam segala’. Pertama, menyadari hal-hal kecil dan rutin sebagai karya Allah. Kedua, tulislah jurnal (catatan harian) sehingga bisa melihat kehadiran Allah dalam hal-hal yang tidak kita sadari. Ketiga, ubahlah tempo hidup menjadi lebih lambat, sehingga bisa merasakan kehadiran Allah. Keempat, belajarlah mendengar tanpa berpikir ‘what next’, karena dalam jeda itu, Tuhan berbicara. Kelima, katakan selalu “saat ini, Allah ada di sini”, sehingga segalanya bisa kita lihat dari sisi Allah.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.