KEMERDEKAAN YANG MEMULIHKAN
05 September 2022
Senin, 5 September 2022
1 Korintus 5: 1-8
Mazmur 5:5-6.7.12
Lukas 6:6-11
" Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.." --- Lukas 6:10
KISAH PENYEMBUHAN dalam bacaan Injil hari ini, mengajak kita untuk belajar tentang kemerdekaan Allah.Sering saya bertemu dengan orang yang menceritakan pergumulan hidupnya. Tujuan orang bercerita kepada saya bermacam-macam, ada yang kalau bercerita kayak kereta api, tidak putus-putus , kebutuhannya hanya mau didengar, ada yang mencari dukungan karena konflik, tetapi ada juga yang benar-benar mengungkapkan isi hatinya untuk mencari jawaban dalam kehidupannya.
Dalam situasi seperti ini, kita harus belajar dari sang Guru kita, Dia bebas mengatakan kebenaran yang harus dijalankan oleh semua orang. Kita juga harus bebas tanpa adanya suatu ketakutan ditolak oleh orang yang dihadapan kita, tetapi katakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.
Jika yang kita katakan hanya untuk menyenangkan hati orang yang dihadapan kita, artinya kita belum merdeka. Masih ada satu keterikatan dan belum bebas mengatakan kebenaran karena takut ditolak, dimusuhi, dijauhi dll.
Maka marilah kita bebas mengatakan kebenaran yang akan memulihkan, memperbaharui dunia sekeliling kita karena Roh Tuhan yang ada pada diri kitalah yang bekerja. (TDU)
DOA: Tuhan Yesus, terimakasih untuk Roh Kudus-Mu yang memberikan kebebasan padaku.
JANJI: “Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.“ - 1 Korintus 8:8
PUJIAN: Para Penasehat Teologi yang mengatakan hikmat kebenaran Tuhan, untuk memperbaharui pemahaman yang berarti untuk memulihkan kehidupan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ