KEMUNAFIKAN YANG MEMBUTAKAN
22 May 2024
Rabu, 22 Mei 2024
Yakobus 4:13-17
Mazmur 49:2-3.6-7.8-10.11
Markus 9:38-40
”Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada dipihak kita.” --- Markus 9:40
SADARKAH KITA menjadi orang Katolik yang sejati tidak perlu menginjili orang lain secara berlebihan, sebab pada hakekatnya semua agama di dunia telah mengajarkan kebaikan dan kasih kepada sesama, sama seperti yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita sebagai penganutnya. Iri hati dapat membuat kita gagal dalam mengikuti Kristus, bahkan dapat memecah belah bangsa yang berBhinneka Tungga Ika seperti negara kita.
Yohanes murid yang dikasihipun mengalami hal yang sama, dia terlalu memikirkan pikiran manusia, pikirnya tidak sah jika ada orang diluar sana yang ”seolah-olah” pengikut Yesus dan bahkan bisa melakukan pembaptisan di luar Yesus. Padahal para murid-Nya tidak bisa mengusir roh jahat pada waktu itu. Berarti bukan semata-mata seseorang yang secara visual dekat dengan Yesus mempunyai iman yang kuat kepada Tuhan. Iman yang penuh dengan keragu-raguan tidak bisa/kuat digunakan untuk mengusir roh jahat, berbagai penyakit dsb. Tetapi kuasa Allah yang bekerja di dalam diri setiap pribadi sehingga kita mendapatkan kekuatan yang berasal daripada-Nya.
Oleh karena itu hilangkanlah segala fanatisme keagamaan dalam hati kita, tetapi tunjukkanlah sikap dan tindakan kita yang sesuai dengan ajaran-Nya. Jadiah orang katolik yang baik, tetapi jangan menjadi orang Katolik yang munafik. (Fransiskus Setiawan)
DOA: ”Ya Tuhan Yesus Kristus, ingatkanlah kami selalu untuk selalu berbuat baik seturut kehendak-Mu dan tanggalkan segala egoisme yang ada dalam pikiran kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, Amin.”
JANJI: “Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku.” - Mazmur 49:6
PUJIAN: Maria Domenica Brun (17 Januari 1789 - 22 Mei 1868) lahir pada tahun 1789 di Lucca dari pasangan Pietro Brun dan Giovanna Granducci kelahiran Swiss. Tiga adik laki-laki dan ayahnya semuanya meninggal saat dia remaja. Brun menikah dengan Salvatore Barbantini pada tanggal 22 April 1811 di Katedral Saint Martin, tetapi suaminya meninggal pada bulan Oktober itu. Kematian suaminya membuatnya - pada saat itu - mengucapkan kaul pribadi untuk mengabdi kepada Tuhan dan bersumpah untuk mengabdikan hidupnya untuk melayani umat-Nya. Brun sedang hamil pada saat suaminya meninggal dan segera melahirkan Lorenzo yang meninggal pada usia delapan tahun setelah sakit sebentar. Dia segera mengubah kesedihannya menjadi pengabdian kepada orang-orang miskin dan orang-orang sakit yang terlantar di kotanya. Di malam hari, dalam segala cuaca, dia melakukan perjalanan dengan lentera yang bersinar melalui jalan-jalan sempit dan gelap di Lucca mencari wanita-wanita sakit dan sekarat yang ditinggalkan di rumah mereka. Remaja putri lainnya bergabung dengannya.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)