KENDALIKAN PIKIRAN DAN LIDAHMU !
04 August 2018
Sabtu, 4 Agustus, 2018
St.Yohanes Maria Vianney
Yeremia 26:11-16
Mazmur 69:2-5, 10-11, 17-18
Matius 14:1-12
"Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. ---- Matius 14:9
BERHATI-HATILAH dengan kata-kata, yang keluar dari mulut kita. Semua perkataan yang muncul itu sesungguhnya lahir dari pikiran kita sendiri.
Kisah di sini berawal dari para pegawai Herodes kepada sang raja, yaitu tentang Yesus, yang dikatakannya sebagai Yohanes Pembaptis yang bangkit kembali (Mat 14:2), padahal Yohanes Pembaptis sudah dipenggal kepalanya oleh Herodes (Mat 14:10). Hal ini bukan fakta, tetapi berupa hoax atau berita bohong yang beredar di masyarakat. Meski itu berita bohong, tetapi bagi Herodes yang memberi perintah memenggal kep[ala Yohanes, dihinggapi rasa bersalah, hati galau dan bingung. Ia menganggap informasi itu benar.
Matius mengangkat kembali peristiwa di balik ke galauan hati Herodes. Sebelumnya Herodes mengucapkan kata-kata, bahkan sumpah,
setelah melihat tarian anak perempuan Herodias. Saat itu Herodes bersumpah untuk memberikan apa saja yang diminta anak itu (Mat 14:7). Hal inilah yang dimanfaatkan oleh Herodias, ibu anak perempuan itu, untuk meminta kepala Yohanes Pembaptis. Sebenarnya Herodes tidak mau membunuh Yohanes Pembaptis, tetapi karena sumpah yang telah keluar dari mulutnya, maka ia tidak dapat menarik lagi perkataannya. Penyesalanlah yang timbul dalam hati Herodes atas sumpah yang diucapkannya.
Dari kasus Herodes ini, pelajaran apa yang dapat kita petik:
- Informasi atau kabar yang kita terima, jangan tergesa-gesa disebarluaskan, tetapi pelajari dahulu tentang kebenarannya. Bila layak dan berguna bagi penerimanya barulah kita sebarkan.
- Janganlah mengucapkan janji sembarangan, karena hal itu dapat memukul balik bagi yang mengucapkannya.
- Sebelum berkata sebaiknya kita berpikir panjang dengan menerapkan prinsip “nanti bagaimana”, bukan prinsip “bagaimana nanti” yang hanya mengandalkan emosi pada saat itu.
- Hendaknya kita selalu berpikir positip, karena hal ini akan keluar sebagai perkataan positip dari mulut atau lidah kita, dan terwujud sebagai tindakan positip yang berguna bagi orang lain.
Marilah kita terapkan berbagai hal di atas dalam proses komunikasi dan juga dalam setiap tindakan yang kita lakukan. (DAG)
Doa: Ya Bapa, kendalikanlah pikiran dan lidahku, agar yang keluar dari mulutku hanyalah ucapan syukur dan berkat, bukan kutuk
Janji: Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara TUHAN, Allahmu, sehingga TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu ---- Yeremia 26:13.
Pujian: Nabi Yeremia, engkau sungguh-sungguh melakukan tugasmu sebagai nabi. Mulut dan lidahmu kau gunakan untuk menyebarkan Firman Tuhan dan untuk memberkati orang-orang yang mengikuti-Nya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ