KENYAMANAN DALAM CINTA KASIH TUHAN
12 August 2018
Minggu, 12 Agustus 2018
HR SP Maria diangkat ke surga
Wahyu 11:19a; 12:1 - 6a. 10ab
Mazmur 45:10c - 12. 16
1 Korintus 15:20 - 26
Lukas 1:39 - 56
“Karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan namaNya adalah kudus“ ---- Lukas 1:49
WAKTU KECIL, saya selalu menangis ketika orangtua saya pergi ke luar kota, dan saya ditinggalkan bersama nenek saya. Walaupun mereka hanya pergi satu atau dua hari, tetapi saya tetap merasa kesal; saya merasa sepi dan hampa. Namun ketika mereka itu kembali, saya merasa bahagia, senang luar biasa. Bagi saya, kenyamanan saya adalah berada dekat dengan orangtua. Dan rasa nyaman itu membuat saya tidak mau lepas dari orangtua saya. Apa kita bisa merasakan kenyamanan seperti ini dalam Tuhan? Apa bisa kita memperolehnya ketika kita dekat dengan Tuhan?
Kenyamanan yang kita rasakan tidak datang dengan sendirinya, tetapi diperoleh dari usaha kita dengan Tuhan, yaitu usaha untuk lebih dalam mengenal Tuhan, sehingga kita sepenuhnya merasakan kasih dan cinta Tuhan. Tuhan telah menjalankan bagian tugasNya dalam mencintai kita dengan wafat di salib. Dosa-dosa kita kalah dengan rasa sayang Tuhan kepada kita. "Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal." (1 Kor 15:20). Ini membuktikan bahwa cinta kasih Tuhan kepada manusia itu sungguh luar biasa. Allah Bapa mengirimkan Putera-Nya, Yesus, untuk memberikan nyawaNya kepada kita, padahal belum tentu kita akan melakukan hal yang sama.
Lalu, apa yang perlu kita lakukan? Kita perlu meneladan Yesus dengan mulai mencintai dari lingkungan terkecil di sekitar kita, yaitu dengan mencintai keluarga kita, khususnya istri atau suami sendiri dan anak-anak kita, dengan tulus. Hadirkan Yesus di tengah-tengah keluarga kita. Setelah itu baru kita sebarkan cinta ke lingkungan luar rumah tangga kita dengan sikap dan perbuatan nyata: di tempat kerja, sekolah dan lain-lain. Dari cinta kasih dalam sikap dan tindakan, yang kita sebarkan itu, akan timbul kenyamanan bagi orang-orang itu, sehingga mereka dapat merasakan kehadiran Tuhan.
Marilah kita mulai jadi penyalur cinta kasih Tuhan bagi semua orang sehingga mereka pun boleh diliputi kenyaman dan penuh dengan suka cita, rukun dan damai. (CEM2)
Doa: Ya Tuhan, kami anak-anakMu mau ikut menyalurkan cinta kasihMu terlebih kepada keluarga, dengan kata dan perbuatan . Buatlah kami dapat merasakan kehadiranMu dan kebaikanMu dalam hidup kami ini
Janji: “Dan rahmatNya turun temurun atas orang yang takut akan Dia “ ---- Lukas 1:50
Pujian: Bunda Maria yang diangkat ke surga, yang kita rayakan hari ini, dengan mengatakan “Terjadilah padaku!” dia mempersembahkan hidupnya seutuhnya kepada kehendak Allah dan berkenan menjadi Bunda kita semua. Sekarang Bunda Maria menerima pahala dari Puteranya.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ