KEPASTIAN ADANYA PENGANIAYAAN
16 March 2018
Jumat, 16 Maret 2018
Kebijaksanaan 2:1a,12-22
Mazmur 34:17-21,23
Yohanes 7:1-2,10,25-30
“Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan." --- Kebijaksanaan 2:20
BILA KITA HIDUP SALEH, kita akan ditentang dan dianiaya (2 Tm 3:12). Kita tidak tahu seberapa beratnya penganiayaan itu, tetapi yang pasti penganiayaan itu ada.
Sebagai Umat Kristiani, kita berjumlah sedikit. Mereka-mereka yang tidak Kristiani, ada yang toleran dan ada yang tidak toleran kepada kita. Bagi mereka yang tidak toleran, umumnya merasa keberadaan kita itu mengganggu atau malahan dianggap merugikan. Mereka menganggap kita menentang apa yang mereka lakukan dan perbuat, dianggap menuduh mereka melanggar kebebasan. Malahan bisa saja melihat kita saja mereka merasa bosan dan berat di mata (Keb 2:12,14). Mengapa? Mungkin karena cara hidup kita berbeda (Keb 2:15). Memang terasa adanya tegangan antara kita dan mereka secara otomati.
Lalu bagaimana? Ada sesuatu yang harus terjadi! Bisa saja kita akan hidup damai bersama mereka. Mungkin ada dari mereka yang menerima Yesus. Dengan demikian ketegangan akan berkurang. Tetapi juga tentu ada yang tetap kurang bersahabat dengan kita. Mereka menolak kita dan bisa saja terus menganiaya kita (Keb 2: 19-20). Bisa saja ada yang mau menerima Yesus dan ikut memanggul salib, atau sebaliknya ‘menyalib Yesus. Malahan mereka ‘menghina Yesus di muka umum’ (Ibr 6:6).
Siapkah kita sebagai pengikut Kristus ditolak dan dianiaya? Kalau kita benar-benar menghayati ajaran Yesus dan mengikuti-Nya, bersiap bertemu salib sebagaimana para rasul sewaktu tampil di masyarakat umum. “Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus (Kis 5:41).
Doa: Bapa, berkatilah daku agar dalam hidup ini aku bisa menuntun banyak orang mengenal dan menyembah-Mu.
Janji: “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” --- Mazmur 34:19
Pujian: Yanti menyerahkan kembali hidupnya seutuhnya sesaat ia menghadiri pemakaman adiknya yang ia sangat cintai.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ