KEPUTUSAN PETRUS YANG MENENTUKAN SEJARAH GEREJA
23 April 2018
Senin, 23 April 2018
Kisah Para Rasul 11:1-18
Mazmur 42:2-3; 43:3-4
Yohanes 10:1-10
“Turunlah Roh Kudus atas mereka, sama seperti dulu atas kita” --- Kisah Para Rasul 11: 15
KITAB “KISAH PARA RASUL” adalah laporan atau catatan Sejarah Gereja Perdana, sejak Yesus kembali naik ke sorga. Umat Gereja Perdana adalah orang-orang Yahudi, yang umumnya masih patuh pada Hukum Taurat. Maka kalau ada orang bukan-Yahudi yang dianggap ‘kafir’ masuk ke dalam Jemaat Kristiani, menurut mereka, orang-orang itu harus diperkenalkan dengan adat istiadat agama Yahudi, baru menjadi umat kristiani.
Petrus sebagai pimpinan para rasul – pimpinan Umat Baru – merasa harus membuat terobosan yakni membuat keputusan yang radikal mengenai diterimanya orang-orang bukan-Yahudi dalam komunitas kristiani. Di hadapan umat kristiani yang berlatar belakang agama Yahudi, Petrus harus mempertanggung jawabkan bagaimana mungkin Kornelius, perwira Romawi itu dibaptis oleh Petrus begitu saja.
Dari kaca mata orang Yahudi yang patuh, orang-orang asing dan bukan-Yahudi itu tidak masuk hitungan. Berabad-abad sebelumnya telah terbangun buruk sangka terhadap bangsa-bangsa lain. Mereka ini dianggap ’najis’, tak kenal Khitan Taurat. Malahan orang-orang kafir inilah yang menyerang bangsa Yahudi, menaklukkannya dan memerasnya. Kerja keras dari Roh Kudus untuk meyakinkan Petrus guna merubah cara pandang lama.
Bagi kita sebenarnya sama sekali asing masalah hubungan orang Yahudi dan kaum kufur itu. Tetapi nyatanya cara pandang mereka ini diam-diam mempengaruhi kita dalam memperlakukan orang-orang yang bukan dari kalangan kita sendiri. Mereka kita anggap ‘asing’ karena bahasa dan cara bicara, cara berpakaian, cara beribadat, adanya perbedaan suku dan ras. Ini juga terjadi di kalangan Umat Kristiani sendiri, juga Umat Katolik. Di kalangan Umat Allah sendiri terpecah dan terbagi-bagi juga terjadi.
Bagaimana kalau kita berjumpa dengan orang-orang asing, dari bangsa lain, apakah kita merasa ‘sreg’ dan bersedia menjadi teman dan sahabat mereka. Semoga Roh Kudus menggerakkan hati kita. Roh Kudus membantu kita untuk merubah cara pandang yang ’bias’ kepada orang itu dan menjadi saudara-saudari kita!
Doa: Ya Roh Kudus, lembutkanlah hatiku. Ciptakan semangat persatuan dalam kalangan umat-Mu!
Janji : “Jika Allah memberi karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percay kepada Yesus Kristus, bagaimana mungkin aku mencegah dia !” ---Kisah para Rasul 11: 17
Pujian: Darsono seorang katolik yang patuh. Sewaktu ada kelompok Kharismat Katolik menyelenggarakan Penutupan Retret dengan Doa Pencurahan Roh, sebagai peserta retret ia mengajak teman-temannya untuk menolaknya. Tetapi sewaktu mau menghindar untuk didoakan, bahunya disentuh oleh tangan beberapa pendoa, ia merasa lemas, tenang dan akhirnya ‘resting’ dalam Roh Kudus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ