KERINDUAN HATI BERTEMU ALLAH

20 May 2020

Rabu, 20 Mei 2020 

 

Kisah Pr Rasul 17: 22—18:1

Mazmur 143:1-2, 11-14

Yohanes 16: 12-15

 

"Sebab di dalam Dia, kita hidup, kita  bergerak dan kita ada, seperti dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga" - Kisah para Rasul 17:28

 

PAULUS DULU – Paulus sekarang, beda. Suatu perubahan besar terjadi dalam diri Paulus, setelah perjumpaannya dengan Yesus. Saat ini dia berada di Athena. Dan perjumpaan itu terjadi dua puluh tahun sebelumnya. Seorang yang ganas, cepat menghakimi orang-orang yang tidak selaras dengan standard kesuciannya. Umat kristiani dari Yerusalem sampai kota Damsyik takut dan gentar pada dia, sebab penganiayaan telah mereka rasakan dan alami. Dia begitu getol mau membinasakan semua yang mengaku menjadi murid dan pengikut Yesus.

Dan Tuhan sendirilah yang melunakkan hati Paulus. Saat itu dia sudah berada di kota Athena, pusat budaya Yunani. Ia dikelilingi oleh candi dan bangunan-bangunan tempat ibadat. Di situ Paulus tidak berkotbah tentang penghukuman illahi, atau meng-kafir-kafirkan orang-orang Athena, tetapi  dia berbincang tentang Allah yang penuh kasih, yang rindu untuk mewahyukan Diri kepada semua dan setiap orang lewat Yesus Kristus.

Memang mudah mengkotbahi orang-orang yang lemah imannya, yang dikejar hanya uang dan harta, hidup bebas tanpa kendali moral, hidup untuk diri sendiri dan kesenangannya sendiri tanpa peduli akan sesama. Dalam hal ini kita patut meneladan Paulus dalam bersikap dan bertanggap pada orang-orang di Athena. Tentu Paulus disedihkan oleh banyaknya tempat orang menyembah berhala, tetapi Paulus tetap memiliki harapan tinggi terhadap orang-orang Athena. Mungkinkah kita juga beralih dari menghakimi ke bela rasa?

Entah dulu entah sekarang, bila kita mampu melihati orang, kita menemukan dalam diri orang-orang itu kerinduan yang besar akan kebahagiaan. Setiap orang nampak secara alami rindu sekali akan hidup ilahi. Masalahnya adalah mereka belum tahu bahwa jalan menuju kesempurnaan dan kebahagaiaan hidup  ialah lewat Yesus.

Kalau kita menengok ke belakang, kita ingat Yesus berjumpa dengan penjala ikan, penagih pajak, guru-guru agama, pelacur, ibu-ibu rumah tangga, orang-orang sakit dan disembuhkan, di situ Yesus melihat bagaimana orang-orang mencoba memenuhi kerinduan hatinya akan Allah, dengan cara mencari kesempurnaan hidup dan kebahagiaan secara lain. Dan kepada setiap orang itu, meski dihalangi oleh dosa, Yesus tetap memberikan kesempatan untuk bertobat dan berharap akan hidup baru.

Jesus berjanji bahwa kita-kita ini akan melakukan hal-hal yang besar, lebih besar daripada yang Ia lakukan sendiri (Yoh 14: 12). Dan kita mampu mewartakan Injil kepada keluarga kita sendiri, teman dan tetangga malahan orang asing – juga merupakan bagian dari pemenuhan janji-janji-Nya. Dengan bantuan Roh Kudus, kita bisa menggapai orang-orang dan menawarkan harapan yang terdapat dalam Diri Yesus. Orang-orang Athena adalah ladangnya Paulus, dan orang-orang sekeliling kita, di tempat tinggal dan tempat kerja adalah “Athena” kita saat ini.

 

DOA: Tuhan, tiap orang rindu pada-Mu. Aku berdoa bagi orang-orang, yang masih menempatkan harapannya pada dunia ini. Tariklah pandangan mereka kepada-Mu.

JANJI: “Beberapa orang-orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, ...” - Kisah para rasul 17: 33

PUJIAN: Seorang Pastor Yesuit di Jawa Tengah menekuni dunia wayang yang kaya akan ajaran kesalehan dan makna hidup. Sering hadir kalau ada pementasan wayang kulit. Dengan pendekatan budaya wayang ini banyak orang pencinta wayang membuka diri untuk pewartaan Kabar Gembira.

 

Penanggung Jawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.