KESATUAN
09 May 2020
Sabtu, 9 Mei 2020
Kisah Para Rasul 13:44-52
Mazmur 98:1, 2-3ab, 3cd-4
Yohanes 14:7-14
"Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku." – Yohanes 14:11a
DALAM INJIL hari ini Yesus ingin mengatakan kepada kita bahwa ada kesatuan antara Dia dan Bapa-Nya dengan tujuan agar kita lebih mengenal Yesus dan percaya kepada-Nya. Yesus berkata: "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia" (Yoh 14:7).
Sudahkah kita mengenal Yesus? Mengenal Yesus berarti mengerti dan memahami 'Siapa Dia sebenarnya'. Pengenalan ini berdasarkan pengalaman pribadi, mengenali-Nya seperti seorang sahabat mengenali, memahami dan mengerti sahabatnya. Dari Kitab Sucilah kita mengenal Yesus: apa yang Ia ajarkan, apa yang Ia lakukan, dan pewahyuan tentang diri-Nya sendiri, Yesus mengajarkan dan melakukan apa yang dikehendaki Bapa. Bapa mewahyukan siapa Yesus kepada kita. Dan Yesus memperkenalkan Allah Bapa yang mengutus-Nya lewat apa yang Ia utarakan dan lakukan. Mengenal Allah Bapa, satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Allah Bapa utus, akan membawa kita kepada hidup yang kekal. Memang tidak mudah untuk percaya kepada Allah memberikan keselamatan pada manusia dalam dan melalui Yesus, namun hari ini Yesus berkata: "Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku" (Yoh 14:7).
Bagaimana kita mengenal Yesus dan percaya bahwa Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus? Sekali lagi, pertama, kita mesti banyak membaca dan mendengarkan Sabda Allah. Semakin kita banyak mengetahui Sabda Allah, maka iman kita semakin bertumbuh. Ketika iman kita semakin bertumbuh maka kita akan semakin percaya kepada-Nya. Ketika kita semakin percaya kepada-Nya maka kita akan semakin menerima Kristus yang berarti masuk ke dalam suatu relasi pribadi dengan Kristus, di mana kita menerima cinta-Nya dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya. Kedua, kita mesti sering berdoa, menyediakan waktu bersama-Nya membangun relasi yang intim. Melalui relasi yang intim dengan-Nya dan dengan bantuan Roh Kudus maka kita percaya ada kesatuan antara Yesus dan Allah Bapa.
Kesatuan antara Yesus dan Allah Bapa memang sulit dimengerti oleh pikiran kita. Contoh, Filipus yang selalu bersama Yesus ternyata juga tidak mengenal Yesus secara mendalam. Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami” (Yoh 14:9). Demikian pula bangsa Yahudi yang telah melihat mujizat-mujizat yang dibuat Yesus dan mendengarkan perkataan-perkataan-Nya melalui pewartaan Paulus dan Barnabas, mereka tetap tidak mengenal dan tidak percaya bahwa Yesus adalah pilihan Allah Bapa dan Allah Bapa berada dan berkarya di dalam Diri Yesus, bahkan mereka menolak Sabda Allah yang diwartakan-Nya.
Bagaimana dengan kita? Mungkin telah sekian tahun kita dibaptis, namun sudahkah kita sungguh mengenal Yesus? Mengenal Yesus berarti mengenal Allah Bapa. Ketika kita percaya atas kesatuan Yesus dan Allah Bapa maka Yesus berjanji dan berkata: “... dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak” (Yoh 14:13).
Semoga renungan hari ini membuat kita lebih sungguh-sungguh menerima Yesus Kristus sebagai tanda kehadiran Allah Bapa dalam hidup kita sebagaimana kehadiran Yesus dalam Gereja-Nya yang tak terpisahkan. Amin. (RIC)
DOA : Tuhan Yesus, mampukan aku untuk mewartakan Engkau, sehingga semakin banyak orang mengenal-Mu. Amin
JANJI : “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.” – Mazmur 98:1
PUJIAN: Para rasul sering mengalami penderitaan saat mewartakan Sabda Tuhan, namun mereka tetap melakukannya dengan setia, penuh semangat dan tanpa rasa takut. Banyak mujizat yang dapat mereka lakukan, karena Yesus selalu mendampingi mereka.
Penanggung Jawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ