KESATUAN DALAM KEBERAGAMAN

23 May 2021

Minggu, 23 Mei 2021

Minggu Pentakosta

Kisah Para Rasul 2:1-11

Mazmur 104:1,24,29-31,34 1

Korintus 12:3b-7,12-13/Gal 5:16-25

Yohanes 20:19-23/Yoh 15:26-27; 16:12-15


“Ia mengembusi mereka dan berkata: ‘Terimalah Roh Kudus’” Yohanes 20:23


PENTAKOSTA PERISTIWA yang tak pernah terlupakan. Tiada Pentakosta – tiada Gereja. Dan bila itu adalah awal dari Gereja – itu suatu kelahiran dari kelemahan-kelemahan. Para rasul dan para murid memang sudah beriman pada Diri Yesus, tetapi sebagai orang beriman mereka masih diliputi oleh rasa takut. Oleh karenanya mereka memilih tinggal dalam suatu ruang yang rapat terkunci. 

Dan Pentakosta menggebrak. Roh Kudus melepaskan kuasa yang memberanikan mereka. 78 SATU PERJAMUAN Angin dan api keras dan kuat mengembus dan para murid Kristus dilepas dari beban rasa takut dan gentar. Mereka dengan penuh keberanian mewartakan Kabar Gembira, Yesus yang telah bangkit mulia.

Roh Kudus itu membawa kesatuan bukan hanya kesatuan dalam sama-sama miskin dan sama-sama sebagai orang-orang kecil, tetapi kesatuan dalam pengalaman iman akan Allah yang tunggal dalam Yesus, dalam iman kepercayaan dan dalam satu baptisan.

Tetapi itu juga iman kepercayaan yang membuat para umat Kristus menyentuh dasar terdalam dari kemanusiaan. Mereka akan berbicara dalam bahasa universal – Bahasa yang menggapai dan menjamah hati setiap manusia – baik mereka di Afrika dan Asia, penghuni Timur Tengah dan Eropa.

Justru kekuatan kesatuan inilah yang membuat Gereja mampu merangkul keberagaman. Tanpa persatuan dalam iman, keberagaman yang ada sama sekali tak ada maknanya. Adanya penerimaan akan persetujuan atas hal-hal pokok iman dari keaneka-ragaman yang ada dalam Gereja, itu merupakan suatu realitas yang nyata. Dengan kuasa rasa kesatuan, ketercabikan, terpecah dan terpisah, dapatlah diatasi.

Roh Kudus yang mengutus para rasul, para murid dan kita untuk mewartakan Injil dalam pelbagai bahasa dan budaya, tetapi Roh Kudus pula yang menyatukan keanekaragaman ungkapan iman dalam dasar kesatuan, - kesatuan dalam iman akan Allah yang Esa dalam Yesus Kristus, kesatuan dalam iman kepercayaan dan kesatuan dan dalam satu Baptisan. (SW)

DOA: “Ya Roh Kudus, kobarkanlah hati kami akan rasa kesatuan dengan sesama umat kristiani dan rasa kesatuan dengan semua bangsa karena kita memiliki Bapa yang satu dan sama.”

JANJI: “Tidak ada seorangpun, yang dapat mengatakan, ‘Yesus itu Tuhan’, selain oleh Roh Kudus.” 1 Korintus 12:3

PUJIAN: Roh Kudus adalah ‘sang Penghibur’, dan dalam Bahasa Yunaninya ‘Parakletos’ (Yoh 16:7). Menurut para ahli, kata ‘Parakletos’, ditulis dalam bahasa ‘Semit’ hanya huruf konsonan atau huruf mati tanpa huruf hidup. Jadi tertulis ‘p r k l t s’ , yang dibaca ‘parakletos’ ini, diplesetkan pembacaan menjadi ‘perikletos’ yang artinya lain, bukan ‘penghibur’ tetapi dalam Bahasa Arab diartikan yang bercahaya atau ‘ahmad.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.