KESATUAN DENGAN YANG ILAHI

20 January 2021

Rabu, 20 Januari 2021 

Hari III Pekan Doa Sedunia

Ibrani 7:1-3. 15-17

Mazmur 110:1. 2. 3. 4

Markus 3:1-6.

 

“Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion; memerintahlah di antara musuhmu!”--- Mazmur 110:2

 

DUA KALI YESUS masuk ke rumah ibadat dan menyembuhkan orang. Yang pertama, saat di Kapernaum (Mrk 1:21-28), ketika ada orang yang kerasukan roh jahat, dan kemudian Yesus mengusirnya. Saat itu, reaksi semua orang, termasuk para ahli Taurat, adalah takjub (ay. 27). Tidak ada isu pelanggaran Sabat. Mungkin, hal ini disebabkan karena mengusir roh jahat tidak termasuk dalam kategori 'pekerjaan'.

Kedua di rumah ibadat pada Mrk 3:1-6. Dalam kisah ini, di mana Yesus menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya, situasinya sudah berbeda. Nada permusuhan mulai ditampakkan melalui gambaran "mereka (para Farisi) mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia akan menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia" (ay 2).

Kembali Yesus menempatkan semuanya dalam ranah publik. Orang sakit itu diminta berdiri di tengah, dan Yesus bicara mengenai perbuatan baik. Kini, setiap perbuatan yang diarahkan untuk keselamatan manusia dan kemuliaan Allah (ay. 3), adalah perbuatan baik. Perbuatan semacam itulah yang diminta. Sesungguhnya, aturan Sabat pun sudah menunjukkannya. Orang boleh bertindak saat kehidupan seseorang terancam. Misalnya, orang boleh membantu kelahiran anak saat hari Sabat. Alasannya, bila tindakan tersebut ditunda, maka akan menyebabkan kematian.

Menilai dan menentukan mana yang baik bagi keselamatan manusia dan bagi kemuliaan Tuhan, membutuhkan sebuah spiritualitas tersendiri. Spiritualitas tersebut sangat ditentukan oleh penghayatan kesatuan dengan Yang Ilahi. Ada mistik di dalamnya, seperti disiratkan oleh Mzm. 110. Tetapi, justru mistik inilah, yang ditakuti oleh para pemuka agama maupun pemimpin politik, karena kesatuan dengan Yang Ilahi itu, menafikan segala bentuk kekuasaan agama (diwakili kaum Farisi), maupun kekuasaan politik (diwakili kaum Herodian). (WIT)

 

DOA: “Ya Allah yang Mahakuasa, tariklah diriku kepada-Mu, sehingga aku tidak lagi lekat pada segala yang duniawi. Curahkanlah rahmat-Mu agar aku mampu berpikir, berperasaan, serta bertindak, hanya berdasar pada kehendak-Mu saja”.

JANJI: “Menurut arti namanya, Melkisedek adalah pertama-tama ‘raja kebenaran’, dan raja Salem adalah raja ‘damai sejahtera’ ”. --- Ibrani 7:2

PUJIAN: Renungan PDS hari ketiga diambil dari Yoh 15:12b: “Hendaknya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu“. Kriteria kasih kristiani yang sejati adalah pengalaman dikasihi Allah, bukan cinta diri. Ukuran ‘mengasihi (Tuhan) seperti mengasihi diri sendiri‘, mudah membawa perpecahan, sebab fokusnya adalah ego masing-masing beserta kebenarannya yang semu. Hanya dengan bersama  memandang Yesus yang tersalib—itulah bukti Kasih Ilahi—, kita bisa membangun persatuan kasih kristiani yang sejati.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.