KESELAMATAN

06 April 2018

Jumat, 6 April 2018

Kisah Para Rasul 4:1-12

Mazmur 118:1-2,4,22-24,25-27a

Yohanes 21:1-14

 

Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu,  maka akan kamu peroleh. ” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.  ----  Yohanes 21:6

 

TIDAKLAH MUDAH menerima Yesus sebagai sumber keselamatan hidup diri kita. Ada harga yang harus dibayar sesuai dengan tugas perutusan yang diberikan kepada kita sebagaimana Yesus kehendaki. Keselamatan tidak hanya berakhir pada diri kita. Keselamatan itupun harus kita bagikan  kepada orang lain. Bagaimana caranya?

Pada waktu murid-murid Yesus yaitu Petrus dan Yohanes mengajar orang  banyak dan memberitakan kabar baik, banyak tantangan yang dihadapinya. Mereka mengalami penolakan dari orang-orang sampai kepada penangkapan hingga dijebloskan ke dalam tahanan. Tetapi, semangat pantang mundur dan keyakinan para murid bahwa ‘tidak ada keselamatan dalam siapapun juga selain di dalam Yesus’ membawa hasil buah meloimpah, yakni banyaknya orang menjadi percaya dan menerima  Yesus sebagai Tuhan.

Tantangan yang kita hadapi sebagai murid-murid Yesus di jaman now bukan hanya berupa penolakan dari sesama yang belum memiliki iman atau  berkeyakinan tak-sama, tetapi bisa  juga berupa kesulitan hidup yang kita alami. Antara lain upamanya, ancaman akan kehilangan pekerjaan, buruk sangka dalam  hubungan antar anggota keluarga atau dengan sesama warga masyarakat sekeliling, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini bisa membuat kita kecewa dan kesal, mengapa orang-orang menolak keselamatan yang ditawarkan  Tuhan pada kita.

Saat hidup kita begitu terpuruk, baiklah ingat Yesus, sumber keselamatan kita. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan sebab Dia Allah Yang Mahakuasa dan maha setya . Kita ingat akan  jala yang ditebarkan oleh para murid semalam suntuk tidak menghasilkan apa-apa. Namun ketika Yesus menyuruh dan mereka menuruti perintah Yesus, mereka mendapatkan hasil yang luar biasa. Begitu banyak ikan yang terjaring dalam jala tersebut. Demikian pula dengan kehidupan kita. Kita tak bisa mengandalkan kekuatan diri kita. Kita perlu menyelaraskan dengan pesan Yesus. Bila kita mengikuti semua arahan dari Tuhan, maka  ‘jala’ kehidupan kita akan dapat menangkap ‘ikan-ikan’ yang diharapkan.

Pemazmur mengajarkan kita untuk selalu memanjatkan ungkapan syukur melalui nyanyian puji-pujian atas kebaikan Tuhan dan kasih setia-Nya yang selalu kita rasakan setiap hari. Apapun yang sedang kita alami saat ini, suka maupun duka, tetaplah bersyukur melalui tutur kata dan sikap perbuatan yang baik dan benar. Dengan cara inilah,sebagai kesaksian,  kita dapat membagikan keselamatan kepada orang lain. (LP)

Doa: Tuhan Yesus, terima kasih buat keselamatan yang Kau berikan bagiku.

Janji : “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”  ----  Kisah para Rasul 4:12

Pujian: Selestinus, Paus dan Pengaku Iman, kita peringati tiap tanggal 6 April. Ia dengan berani menentang ajaran sesat sehingga Gereja tetap mengakui Maria sebagai Bunda Allah dan pengakuan akan perlunya rahmat untuk mencapai keselamatan. Itulah salah ajaran Gereja yang hakiki.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.