KESELAMATAN BAGI SEMUA ORANG

04 May 2020

Senin, 4 Mei 2020

 

Kisah Para Rasul 11 :1-18

Mazmur 42:2-3, 43:3, 4

Yohanes 10:11-18

 

“Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.”  - Yohanes 10:16

 

MERASA DIRI MEREKA eklusif, seringkali menghinggapi hati banyak orang beriman. Dalam sebuah percakapan antara dua orang yang baru saling kenal pernah saya mendengar dialog: “Ohh.. ternyata kita sama-sama domba”, kata seorang kepada yang lain yang disangkanya dari kelompok “kambing”. Istilah domba dan kambing sering dipakai oleh banyak orang Kristen untuk membandingkan antara dirinya dengan saudara yang non Kristen.

Merasa dikasihi Tuhan, berharga di mata-Nya, ditebus, dijadikan milik kesayangan-Nya tentu saja baik sebab memang itu hal yang harus  kita syukuri. Namun jika menyalah-artikan bahwa kasih karunia Allah hanya untuk kita yang diumpamakan sebagai domba-domba Kristus, yang telah dibaptis dalam Sakramen Baptis, maka berhati-hatilah sebab kita bisa terjebak dalam kesombongan rohani.  

Dalam Yohanes 10:16,  Yesus menjelaskan bahwa di luar kawanan domba-Nya, -kelompok orang-orang percaya-, Ia juga memiliki domba-domba lain yang masih berada di luar kandang, yang harus dituntun-Nya juga supaya menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Ayat 11: “Akulah Gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”  Yesus Kristus, Putera Allah Yang Maha Tinggi, telah menyerahkan nyawa-Nya dan mati disalib untuk seluruh umat manusia, bukan hanya untuk sejumlah orang yang telah percaya kepada-Nya.  Seperti tertulis juga dalam Roma 5:19, “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”  Jadi, semua umat manusia adalah domba-domba Kristus, hanya saja ada domba yang sudah mengenal Sang Gembala Agung, ada juga yang masih belum mengenal ataupun mendengar suara-Nya.

Timbul pertanyaan, bagaimana caranya Kristus yang telah naik ke surga itu menuntun domba-domba yang masih di luar kandang yang jumlahnya bahkan jauh lebih banyak dari domba dalam kandang?  Dulu kita itulah domba di luar kandang. Kalau saat ini kita termasuk dalam kawanan domba dalam kandang itu adalah buah pengenalan dan  ketaatan domba-domba Kristus yang terdahulu dari kita kepada Sang Gembala. Roh Kudus yang diutus oleh Kristus,  Dialah yang membimbing mereka untuk meneruskan karya keselamatan Kristus hingga sampai pada kita. Tongkat estafet penggembalaan kini ada di tangan kita, saatnya kita mencari dan menemukan domba-domba yang lain, yang belum mendengar suara-Nya.

Saudara-saudariku, marilah mulai hari ini kita lebih sungguh-sungguh menanggapi tugas perutusan kita dari Kristus Sang Gembala Agung, yang selalu diingatkan kepada kita melalui berkat perutusan di akhir perayaan Ekaristi, Imam mengingatkan kita: “Pergilah kamu diutus!!”.  (VLB)

 

­­­­­­­­­DOA : Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih karunia-Mu bagiku. Bimbinglah aku dengan Roh Kudus-Mu agar mampu melakukan tugas perutusanku dengan lebih sungguh-sungguh.

JANJI : Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. - Mazmur 23:1-3

PUJIAN : Romo Fransiskus Gregorius van Lith, Romo Yesuit asal Belanda, menerima Satya Lencana setingkat Pahlawan Nasional dari Presiden Joko Widodo. Almarhum selain telah meletakkan dasar karya katolik di Jawa Tengah dan membaptis 171 orang Indonesia pertama di Sendangsono juga selalu memperjuangkan kepentingan bangsa Indonesia pada jaman itu.


Penanggungjawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.