KESUNGGUHAN DALAM PELAYANAN
17 July 2023
Senin, 17 Juli 2023
Keluaran 1:8-14,22
Mazmur 124:1-3,4-6,7-8
Matius 10:34-11:1
“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku” --- Matius 10:38
MEMILIKI KELUARGA yang harmonis dan damai menjadi idaman setiap orang yang sudah berkeluarga. Yesus menggunakan gambaran keluarga untuk menjelaskan betapa pentingnya totalitas penyerahan diri kepada Yesus. Ia menghendaki agar diri-Nya menjadi yang terutama di atas segalanya. Untuk mengikuti Yesus dibutuhkan komitmen, tekad dan pengosongan diri untuk hidup secara total bagi-Nya. Untuk mengikuti Yesus harus bersedia menanggung segala konsekuensi atau resiko yang akan dihadapi dalam perjalanan mengikuti Tuhan Yesus.
Banyak orang menempatkan Tuhan bukan nomor satu tetapi nomor dua atau nomor kesekian yang terpenting di dalam hidupnya. Bacaan hari ini mengingatkan kita tentang komitmen menjadi murid Yesus untuk selalu fokus hanya kepada-Nya. Bukan hal yang mudah dan enak, akan ada banyak tantangan yang menanti kita. Tapi ketika kita mencintai kebenaran dan kebaikan Firman serta setia menjalaninya, maka pada saat yang sama sukacita dan berkat Tuhan juga selalu menyertai kita.
Ketika kita tulus berbagi kita tidak pernah berpikir telah berbagi. Kita tidak akan menghitung berapa yang telah kita bagi dan juga tidak berharap untuk mendapatkan sebaliknya. Namun Tuhan tidak terlelap, Ia tahu dan mencatat apa yang telah kita lakukan. (ASRH).
DOA: “Bapa, tuntun kami untuk selalu siap menyegarkan jiwa-jiwa yang kehausan. Semoga kami mempunyai kerelaan tanpa berharap mendapatkan balasan, Amin.”
JANJI: “Terpujilah Tuhan yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka!” Mazmur 124:6
PUJIAN: Jim Elliot, seorang misionaris yang mati syahid untuk suku Indian Auca di Amerika Selatan. Dalam buku hariannya dia menyatakan “Dia bukanlah orang bodoh yang menyerahkan apa yang tidak dapat dia pertahankan untuk mendapatkan apa yang tidak dapat dia hilangkan”. Semakin keras seseorang mempertahankan hidup semakin besar rasa kehilangan saat itu berakhir. Tetapi tukarlah kehidupan dengan sesuatu yang tidak dapat dihilangkan. Yesus memberi makna dan tujuan untuk itu di masa sekarang dan memberikan kehidupan kekal bersama Dia di masa depan.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ