KETAATAN
15 May 2018
Selasa, 15 Mei 2018
Novena Pentakosta Hari 5
Kisah Para Rasul 20:17-27
Mazmur 68:10-11,20-21
Yohanes 17:1-11a
“Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.” ---- Yohanes 17:4
YESUS – YA ALLAH YA MANUSIA - telah merelakan Diri-Nya menjadi manusia, bahkan manusia yang paling rendah. Ia “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Flp 2: 6-8).
Ada dua hal yang mendorong Yesus untuk melalukan itu: (1) karena Yesus taat kepada Bapa dan (2) karena Ia sungguh mengasihi kita.
Yesus taat kepada Bapa secara mutlak; tidak ada alasan untuk menolak atau mengemukakan berbagai alasan agar Ia tidak mengalami penderitaan di kayu salib. Taat berarti siap melakukan perintah atasan secara penuh, dan setia melaksanakannya dengan sepenuh hati. Ketaatan juga tidak dapat dilepaskan dari iman. Ketaatan adalah bagian atau bukti dari iman. Seorang hamba Tuhan mengatakan: “Obedience without faith is possible, but not faith without obedience” (Patuh tanpa Iman bisa-bisa saja, tetapi iman tanpa kepatuhan, hal tak mungkin).
Ciri-ciri ketaatan Yesus, dapat kita lihat dalam beberapa hal di bawah ini:
- Yesus tetap taat walau murid-muridNya ada yang tidak setia.
- Yesus tetap taat mewatakan walau banyak orang yang menolak-Nya.
- Ketaatan Yesus dibuktikan dengan rela menderita sampai mati di salib.
- Yesus tetap taat walau untuk itu Ia mengalami penderitaan.
Karena Yesus taat, maka Ia pun menghendaki agar murid-muridNya pun menjadi taat pula. Untuk itulah , Ia pun mendoakan mereka, agar mereka tidak jatuh dalam pencobaan. Paulus dalam Kis 20:19-20 juga menunjukkan ketaatannya sebagai murid Yesus yang terus melakukan pemberitaan Injil di tengah penderitaan yang dialaminya.
Sebagai murid Yesus, kita pun perlu meneladani ketaatan-Nya dalam segala perbuatan yang kita lakukan, agar bukan kehendak kita yang terjadi melainkan kehendak-Nya. Untuk melakukan semua itu memang ada harga yang harus kita bayar. Kita perlu ingat bahwa ketaatan menentukan masa depan kita. Dan taat kepada Tuhan berarti kita mengasihi-Nya dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga kita. (DAG)
Doa: Tuhan Yesus, aku ingin menjadi seperti Engkau, bimbinglah dan mampukan aku agar dapat memiliki ketaatan dalam segala situasi.
Janji: “Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.” ---- Mazmur 68:21
Pujian: Rasul Paulus, di tengah ancaman, penderitaan, dan hukuman yang ia terima, ternyata ia tetap taat dan terus mewartakan Kabar Baik sampai ke ujung bumi.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ