KEUTAMAAN RELASI ROHANI

26 September 2023

Selasa, 26 September 2023

Ezra 6:7-8.12b.14-20

Mazmur 122:1-2.3-4a.4b-5

Lukas 8:19-21




“Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya." --- Lukas 8:21


ANREA ADALAH seorang anak yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan. Sejak bayi hingga ia menjadi orang tua, ia tidak pernah tahu siapa ayah dan ibunya. Bagi Anrea, ibu panti adalah ibu kandungnya. Biaya sekolah mulai dari SD hingga SMA dibiayai oleh Yayasan dari panti asuhan tersebut, selepas SMA ia bekerja sehingga bisa membiayai kuliahnya hingga tamat S1. Kini Anrea telah menjadi direktur utama salah satu bank BPR di tanah air. Sesekali ia menginap di panti bersama keluarganya karena rindu dengan ibu panti yang telah ia anggap sebagai ibu kandungnya, satu-satunya orang yang ia dengarkan dalam hidupnya adalah ibu panti tersebut meskipun Anrea tidak terikat hubungan darah dengannya. Ketika Yesus sedang mengajar orang banyak, Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau." Tetapi Yesus menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."

Bagi kita orang Indonesia, perkataan Yesus ini sangat keras, apalagi jika diandaikan Yesus adalah orang Jawa, bisa-bisa Ia di cap kualat karena memperlakukan ibu kandungnya seperti itu. Allah telah memberikan Putra-Nya yang tunggal untuk menjadi manusia dan pilihan Allah jatuh kepada bangsa Yahudi, bangsa yang terkenal dengan karakter yang keras, oleh sebab itu adalah hal biasa bagi orang Yahudi dengan kata-kata seperti itu. Apa yang dikatakan oleh Yesus, sesungguhnya ingin menegaskan kepada kita bahwa hubungan antara Yesus sebagai Tuhan dengan umat-Nya tidak didasarkan oleh keterikatan hubungan darah, Yesus bukan hanya untuk bangsanya sendiri yaitu bangsa Yahudi saja, namun juga untuk bangsa-bangsa lain yang mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya, itulah yang dikehendaki oleh Yesus, jadi relasi rohani menjadi hal yang sangat fundamental dan utama antara kita dengan Yesus. Relasi rohani (mendengarkan firman) akan berbuah pada perbuatan, buah-buah itulah yang kemudian mengejawantah dalam Roh Kudus yang berkarya melalui setiap orang yang melaksanakan ajaran Yesus, dan itu tercermin dari sikap hidup Anrea. Kini Anrea telah menjadi penyandang dana terbesar bagi panti asuhan tersebut sebab panti membutuhkan dana operasi sehari-hari untuk membeli beras, lauk pauk, membayar listrik, menyekolahkan anak-anak panti yang jumlahnya sekitar 30 anak. Kita diajak oleh Yesus untuk memperkuat relasi rohani kita, bukan hanya sebagai pendengar firman saja, tetapi sungguh-sungguh melaksanakannya. (SIS).

 

DOA:  ”Yesus, Engkau ada selalu bersamaku, bekerjalah didalam diriku melalui Roh Kudus-Mu agar firman-Mu menghasilkan buah berlimpah dalam perbuatanku, Amin.”

JANJI: ”Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.” - Mazmur 122:2

PUJIAN: Seorang sahabat (ibu ber-usia 70 tahun) bukanlah seorang yang kaya raya. Ia bercerita bahwa ia menjalani kehidupannya selama bertahun-tahun dirundung banyak masalah sehingga tidak ada ketenangan dalam hidupnya, namun setelah ia mendirikan panti asuhan, hidupnya berubah penuh kedamaian dan ketenteraman. Ibu tersebut bukan hanya sebagai pendengar firman saja, namun telah melaksanakan sabda Allah secara nyata.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.