KEWASPADAAN HATI UNTUK SELALU BERSYUKUR

13 November 2024

Rabu, 13 November 2024

Titus 3:1-7

Mazmur 23: 1-3a.3b-4.5. 6

Lukas 17:11-19


"Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria." --- Lukas 17:15-16


KESOMBONGAN ADALAH sikap yang bertentangan dengan Allah Bapa yang murah Hati. Seperti 9 orang Yahudi yang sakit kusta, setelah menerima berkat kesembuhan, dan merasa punya hak atas berkat itu, telah menunjukkan sikap hati mereka terhadap Tuhan Yesus. Sebab sesungguhnya benarlah, bahwa anugerah-Nya bagi kesembuhaan pada orang-orang kusta yang terpinggirkan itu diberikan secara cuma-cuma.

Akan tetapi ada pelajaran yang kita dapatkan, melalui sikap hati yang waspada dari orang samaria yang juga menderita kusta, yang melihat dirinya telah ditahirkan, segera datang tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya.

Pelajaran yang dapat kita petik dari orang kusta dari Samaria yang kembali datang pada Sang Sumber berkat, bahwa "supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita" (Titus 3: 7). Inilah yang ditekankan-Nya bahwa iman yang aktif tidak berhenti pada menerima berkat-Nya yang menyembuhkan kita dari sakit, tetapi datang melekat pada Sang Sumber berkat, Allah Juruselamat kita yang Murah Hati.

Bagaimana dengan kita, yang merasa telah menjadi Israel rohani? Benarkah bahwa kita dapat memperkatakan syukur dengan sungguh­ sungguh di waktu sehat dan sakit, juga kala untung dan malang. Apabila sikap waspada itu telah menjadi bagian diri kita, kita telah memiliki karakter kristiani. Bagi yang masih bergumul dengan naik turunnya emosi jiwa yang menandakan bahwa aspek psikologi kita belum stabil, ada jawaban yang sederhana untuk memperolehnya, yakni memberi asupan roh bagi jiwa kita setiap hari, seperti yang haus dan lapar akan Sabda-Nya. Hanya dengan melekat pada pokok anggur-Nya, kita akan menjadi ranting yang penuh dengan protein dan nutrisi kasih karunia Allah. Marilah kita menyongsong berkat Allah dengan membuka hati dan tangan serta mulut yang selalu bersyukur.                       (Bonaventura Hermawan)


DOA: "Tuhan Yesus Kristus, Raja Damai dan Allah yang Perkasa, kami bersyukur atas anugerah dan kasih karunia-Mu, sehingga kami boleh memperoleh berkat yang berlimpah. Maka, tuntunlah kami, agar haus dan lapar untuk mencecap-cecap Sabda-Mu, supaya kami hidup oleh tuntunan Roh-Mu yang telah Engkau curahkan bagi setiap kami, Amin."

JANJI: "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku t tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." - Mazmur 23:4

PUJIAN: EUGENIUS dari Toledo adalah putra seorang bangsawan Goth bernama Evantius. Ia masuk biara di kota Zaragoza Spanyol dan menjadi seorang imam. Pada tahun 646 ia ditunjuk menjadi uskup di Toledo Spanyol. Walau  bertubuh  kecil  dan  miliki  kesehatan  yang lemah, Uskup Eugenius adalah seorang gembala yang penuh semangat. Ia juga seorang penyair dan musisi yang berbakat. Ia menggubah lagu-lagu liturgi yang indah dan memperbaharui upacara-upacara liturgi. Santo Eugenius tutup usia pada tanggal 13 November 657. Pestanya juga dirayakan pada tanggal 13 November sesuai hari kematiannya.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.