KEWIBAWAAN YESUS

12 December 2022

Senin, 12 Desember 2022

Hari Raya SP Maria yang Tetap Perawan

Hari Raya kemandirian Konggregasi Suster-Suster Santo Dominikus di Indonesia

Bilangan 24:2-7, 15-17a

Mazmur 25:4bc-5ab,6-7c.8-9

Matius 21:23-27


Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesuspun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu." --- Matius 21:23-37


INJIL HARI ini berbicara tentang kuasa Yesus. Imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi sesungguhnya sudah sejak lama tidak menyukai dan membenci Yesus, dan di dalam bait suci inilah mereka memperkarakan perihal tentang pengajaran dan kuasa Yesus dalam menyucikan bait Allah, menyembuhkan orang buta, lumpuh dan kusta, kerasukan setan dan lain-lain. Para imam kepala dan tua-tua Yahudi merasa bahwa merekalah pemegang otoritas agama Yahudi sehingga mereka merasa ber-hak mempertanyakan kuasa Yesus. Mereka sebenarnya sudah sejak lama mendengar, menyaksikan banyak hal tentang mujizat yang dibuat oleh Yesus, jadi mereka sesungguhnya mengetahui bahwa kuasa yang Yesus lakukan bersumber dari Allah, namun karena kebencian yang tertanam sejak lama maka hati mereka menjadi tertutup sehingga mereka sulit mengakui bahwa kuasa Yesus datang dari Allah. Kelompok imam kepala dan tua-tua Yahudi inilah yang kelak akan menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus. Injil hari ini menunjukkan Kewibawaan Yesus. Mereka bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi." Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesus pun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

Jawaban Yesus yang berbentuk pertanyaan ini, secara sangat jelas telah memojokkan mereka, para imam dan tua-tua Yahudi itu terdiam dan tidak menyangka bahwa jawaban Yesus seperti itu. Betapa kita hari ini telah terbuka mata hati kita bahwa Kewibawaan Yesus tidak dapat dipungkiri dalam menghadapi mereka. Apakah kita juga mempunyai kewibawaan seperti Yesus dalam mengimani-Nya? Bagaimanakah jika seandainya secara tidak sengaja, kita berhadapan dengan teman atau saudara kita yang tidak mengimani Yesus, lalu mereka bertanya kepada kita dengan pertanyaan: “mengapa anda mengakui Yesus sebagai Tuhan, bukankah Yesus adalah manusia?, karena Yesus adalah manusia maka berarti anda telah men-Tuhan-kan manusia, itu berarti anda adalah kafir bukan? Lalu apa jawaban kita sebagai murid Yesus?

Apakah kita akan menjawab dengan kata kunci “pokok-nya”, pokoknya saya percaya bahwa Yesus adalah Putra Allah, dan bahwa Ia adalah Tuhan. Tentu jawaban seperti ini tidak salah, namun jawaban seperti ini tidak berwibawa, padahal pesan Yesus melalui Injil hari ini mengajak kita untuk berwibawa. Lalu bagaimana caranya agar kita berwibawa? Ketika kita mau  membaca renungan harian, sesungguhnya kita sudah selangkah lebih maju ketimbang mereka yang tidak membacanya, namun itu belum cukup. Sebagai murid Yesus, kita diajak untuk menambah pengetahuan dengan membaca kita suci setiap hari dari Kejadian sampai Wahyu, kita diajak untuk memperdalam dan semakin mengenal Allah dan Putra-Nya yang telah diwahyukan sejak Perjanjian Lama, maka dengan begitu kita semakin mengenal siapakah Yesus. Jika kita masih belum juga bisa menjawab, maka kita perlu secara aktif bertanya kepada katekis di lingkungan, ikut kursus-kursus kitab suci dan lain-lain. Dengan bekal yang cukup maka dapat dipastikan bahwa kita akan mempunyai pengetahuan yang cukup untuk bisa menjawab pertanyaan teman kita yang tidak seiman itu dengan jawaban yang penuh kewibawaan. Dan sesungguhnya ketika bekal pengetahuan kita sudah cukup, sejatinya Yesus akan tersenyum karena yang kita lakukan semuanya itu adalah untuk semakin mengenal Allah dan mendalami pribadi Yesus serta mendekatkan kita kepadaNya. Tuhan memberkati. (SIS).

 

DOA: “Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau Putra Allah yang menjadi manusia, berilah kami semangat untuk semakin mengenal-Mu baik melalui kitab suci dan kegiatan-kegiatan yang menambah pengetahuan kami tentang Dikau agar kami semakin dekat dengan-Mu dan semakin mencintai-Mu.” 

JANJI: “Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.” - Mazmur 25:4

PUJIAN: Seorang bapak bercerita bahwa anak-anaknya ketika balita setiap hari selalu mendengarkan cerita kitab suci yang dibacakannya dan ketika anak-anaknya sudah bisa membaca, mereka membaca kitab suci secara mandiri setiap hari sepanjang tahun hingga akhirnya selalu juara jika diadakan lomba kitab suci di sekolahnya. Tanggal 12 Desember ini pula juga memperingati penampakan Bunda Maria yang tetap perawan di Guadalupe, Meksiko.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.