KISAH ANDREAS RASUL
30 November 2022
Rabu, 30 November 2022
P. St. Andreas
Roma 10:9-18
Mazmur 19:2-5
Matius 4:18-22
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. --- Roma 10:10
Santo Andreas Rasul adalah salah seorang dari murid-murid pertama yang dipanggil Yesus untuk penjala manusia (bdk. Mat. 4:19). Panggilan kemuridan menuntut kesediaan mendengar dan melepaskan diri dari segala keterikatan dan kemapanan agar siap sedia dalam tugas perutusan. Pilihan dan panggilan kemuridan bukan didasarkan pada status dan prestise melainkan pada keterbukaan, kesederhanaan, dan ketulusan untuk mau menjawab tawaran yang Tuhan berikan. Konsekuensi kemuridan ini menuntut setiap orang untuk berani meninggalkan segalanya. "Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia" (Mat. 4:20).
Setiap orang dipanggil kepada keselamatan. Setiap orang dipanggil untuk terlibat dalam misi dan karya Allah bagi keselamatan dunia. Keterlibatan dalam karya keselamatan Allah tidak terbatas untuk orang tertentu dan tempat tertentu saja. Juga tidak hanya untuk manusia tetapi juga untuk seluruh dunia ciptaan-Nya. Keselamatan Allah bersifat universal dan berlangsung terus-menerus. Kita pun dipanggil untuk mewartakan dan membawa sukacita karya keselamatan Allah kepada semua orang dan segala makhluk. "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik" (Rm. 10:15b). Semoga kehadiran kita pun menjadi sukacita bagi semua makhluk.(SW)
DOA : Ya Tuhan Yesus Kristus, seperti Santo Andreas Rasul-Mu, jadikanlah aku juga pembawa damai dan kabar sukacita keselamatan-Mu sehingga semakin banyak orang mengenal dan mencintai Engkau. Amin.
JANJI : Dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia. - Matius 4:22
PUJIAN : St. Andreas rasul adalah saudara st. Petrus. Andreas bersama petrus dan teman-temannya bertemu dengan Yesus, dia penjala ikan seperti Petrus dan Yohanes. Tiap malam andreas dan teman-temanya mencari ikan di danau genizaret, suatu malam mereka mendengar cerita tentang Yohanes yang membaptis orang-orang dan menyuruh mereka bertobat. Andreas itu seorang Yahudi yang saleh dan sering merenungkan kitab suci. Ia mengetahui janji Tuhan yang akan menwujud dalam diri Mesias jurus selamat, maka ia pun pergi mengikuti bisikan hatinya meninggalkan tempat tinggalnya dan mengikuti Yohanes di tepi sungai yordan. Suatu hari datanglah seorang muda dari nazaret yang minta dibaptis oleh Yohanes, dan Yohanes mengumpulkan para pengikutnya dan berkata serta menunjukkan jari kepadaorang muda dari Nazaret itu, lihatlah, dialah anak domba Allah yang menghapus dosa dunia. Mendengar kata-kata dan merenungkan kata Yohanes itu, Andreas terkesima dan menatap lelaki muda yang bernama Yesus. Keesokan harinya ia berpamitan dengan Yohanes dan bersama teman sekampungnya pergi mencari Yesus. Ketika Yesus melihat mereka dan bertanya “kalian mencari siapa? Andreas bingung dan tidak bisa menjawab. Akhirnya dia memberanikan diri dan balik bertanya. “Rabi, tinggal dimana? Yesus pun menjawab, mari lihat sendiri. Maka Andreas dan teman-temannya mengikuti Yesus dan tinggal bersama Yesus. Andreas pulang kerumah mencari kakaknya yaitu Petrus. Dari kejauhan dia sudah berteriak, saya sudah ketemu dengan sang Mesias. Mendengar itu Petrus kakaknya meninggalkan perahu dan istrinya untuk mengikuti Yesus.
Itulah awal panggilan para rasul yang dipanggil oleh Yesus untuk menjala manusia, bukan penjala ikan lagi. St. Andreas mengikuti Yesus dan pergi siap di utus untuk mewartakan kabar gembira. Ketaatan pada perutusan pewartaan berakhir seperti nasip Yesus sendiri yaitu di salib oleh orang-orang kafir. Dari sejarah, st. Andreas disalib dengan cara merentangkan tangan dan kakinya pada kayu yang berbentuk huruf X, pada ujung kedua tangan dan kedua kaki-nya tidak dipaku melainkan diikat. Begitulah Andreas meninggal mengikuti Yesus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ