KISAH CERITA YANG MENGIKAT KITA PADA IMAN
19 July 2018
Kamis, 19 Juli 2018
Yesaya 26:7-9,12,16-19
Mazmur 102:13-21
Matius 11:28-30
“Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan!” --- Mazmur 102:19
MESKI BELUM banyak buku tentang ‘Bagaimana menjadi orang-tua katolik’ untuk menjadi pegangan bagi para anggota Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) di paroki, kita akan mendapatkan hal yang dasar yang sama. Yakni “Bila kita (orangtua) membacakan atau bercerita kepada anak-anak yang masih kecil, mereka-mereka ini berkembang menjadi anak-anak yang kreatif, yang cinta akan membaca dan memiliki kemampuan dan keterampilan berbahasa yang baik.
Demikian juga kalau hidup kita sendiri merupakan kisah dan cerita, yang kita hidupi atau hayati, pertanyaan yang kita ajukan kepada diri kita sebagai orang beriman akan Kristus, sederhana saja: “Cerita dan kisah apa saja yang akan kita tinggalkan bagi anak-anak dan cucu-cucu kita?” Bercerita kepada anak-anak kita akan ‘kisah iman’ (baik dari Alkitab maupun dari kisah iman kita sendiri) merupakan cerita yang kuat berdaya guna dan akan berlangsung lama.
Sewaktu Misa untuk mengenang ‘arwah orang tua’, di depan meja sering dipasang foto atau gambar ‘beliau’ yang kita kenang. Di situ ada kesempatan ber-homili bukan tentang bacaan Kitab Suci yang kita dengar, tetapi diharapkannya putra-putri almarhum yang memasang gambar-gambar orangtuanya, bukan sekedar hiasan, tetapi dikisahkan bagaimana bapak-ibunya dulu berjuang untuk membesarkan anak-anaknya, bagaimana mereka menghayati iman mereka, lebih-lebih kalau ada kesukaran dan tantangan. Maka gambar-gambar kenangan di mana ‘eyang’ atau opa-oma ada’ akan menjadi gambar yang hidup dan berbicara kepada generasi yang mendengarnya dan meneruskannya. Demikian pula, kalau anak dan cucu-cucunya pergi berdoa di kuburan ‘nenek-kakek’ mereka, kisah hidup tentang mereka tentu akan berbicara kepada generasi yang muda.
Kita berbicara tentang orangtua kita atau dengan mengangkat cerita tentang orangtua kita, kata-kata ‘abstrak’ umpama kata “Allah’ dan “kasih’, akan menjadi ‘hidup dan mengalir’ dalam pikiran dan hati anak-anak kita, dan membawa anak dan cucu kita ke suatu hidup yang nyata dalam Kristus.
Doa: Tuhan, beri daku ‘Kosa kata’ mengenai iman yang dapat mentransformasikannya ke dalam hidup anak-anak muda kita.
Janji: “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” --- Matius 11:28
Pujian: Pada suatu Misa peringatan arwah, diputar video tentang perjuangan pak Sadewa sewaktu menjadi guru di desa dan sekaligus guru agama. Kisahnya sangat mengesan di hati anak-2 dan cucu-cucunya dan umat yang hadir.
Penanggung jawab RH: Rm Subroto Widjojo, SJ