KITA ADIL, BANGSA SEJAHTERA
21 April 2020
Selasa, 21 April 2020
S. Anselmus
Kisah Para Rasul 4:32-37
Mazmur 93:1abc-2, 5
Yohanes 3:7-15
"Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa dan tidak ada seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya." – Kisah Para Rasul 4:32
GAMBARAN YANG begitu indah tentang cara hidup jemaat perdana: 'sama rasa-sama rata' – tak ada hak milik pribadi, "segala sesuatu adalah milik bersama". Karena sudah ada semangat dan praktek 'berbagi' dalam hal harta dan bahan makanan, maka "tak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka" (Kis 4:34).
Terasa beda, orang dibaptis dan menerima urapan Roh Kudus, dulu dan sekarang. Dulu, orang-orang yang dibaptis dan dipenuhi oleh Roh Kudus merasa bertanggungjawab atas hidup orang satu sama lain, bertekad bulat berpeduli satu sama lain.
Itulah salah satu dasar alkitabiah Ajaran Sosial Gereja yang dicetuskan oleh Paus Leo XIII, akhir abad XIX lalu. Dan sekarang, 2020, Keuskupan Agung Jakarta dalam menanggapi dan melanjutkan pelaksanaan "Arah Dasar" (Ardas KAJ), dalam penerapan "Amalkan Pancasila", pada Sila Kelima yakni "Keadilan Sosial", bertemakan "Kita Adil, Bangsa Sejahtera".
Tahun-tahun sebelumnya kita diajak untuk "berbela rasa", sekarang dikonkritkan dalam hal kesejahteraan, dengan berbagi harta. Sukar? Ya! Tetapi kita memiliki Roh Kudus, guna membantu kita untuk berpeduli satu sama lain. Yesus datang ke bumi antara lain untuk menebus kita dari 'cinta diri' kita dan memberdayakan kita untuk mampu menghayati hidup baru, hidup dengan hati yang dermawan, hati yang berpeduli. Terbuka lebar pintu bagi kita untuk 'memberi' – ber-'donasi'. Dengan demikian kita mendekati cara hidup umat Gereja Perdana.
Tuhan sama sekali tidak menghendaki kita memberikan segala sesuatu atas anma 'kedermawanan' ! Tetapi bacaan hari ini bukanlah hanya suatu narasi yang cukup indah didengar. Itu adalah gambaran kehendak Hati Yesus tentang cara hidup murid-murid-Nya, yakni kita. Dengan bantuan Roh Kudus, 'kita dapat!'
DOA : Ya Roh Kudus, berilah diriku hati yang dermawan!
JANJI : "Janganlah engaku heran karena Aku berkata kepadamu: 'Kamu harus dilahirkan kembali!' " – Yohanes 3:7
PUJIAN : Jelang Rabu Abu, di KAJ, telah disosialisasikan bahan untuk pertemuan pembahasan pendalaman Aksi Puasa Pembangunan (APP), '20, baik di tingkat Keuskupan dan juga di tingkat Paroki, yang bertemakan "Amalkan Pancasila: Kita Adil – Bangsa Sejahtera!"
Penanggungjawab Renungan: ?Rm. Subroto Widjojo, SJ