KITA DIBENCI KITA PEDULI DAN MENGASIHI

16 May 2020

Sabtu, 16 Mei 2020

 

Kisah Pr Rasul 16: 1-10

Mazmur 99:1-3, 5

Yohanes 15: 18-21

 

“Karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah  dunia membenci kamu” - Yohanes 15: 19


DI AWAL INJIL hari ini dikatakan “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia lebih dahulu membenci Aku...” Apa maksud Yesus dengan “dunia” di sini? Tidakkah dunia ini ciptaan Allah? (Kej 1: 1-31). Dan “segala yang dijadikan-Nya itu sangat amat baik”? (Kej 1:31). Dan Allah itu mengasihi dunia kita ini, sebagaimana dikatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal....” (Yoh 3:16). Itu semua untuk menyatakan ‘kebaikan’ Allah.

Tetapi ada ‘dunia’ yang lain! Dunia yang diciptakan-Nya, ‘tidak mengenal-Nya’ (Yoh 1: 10). Tidak hanya tidak mengenal tetapi malahan membenci-Nya. Tetapi karena ada ‘dosa’ yang kita lakukan, maka relasi yang harmonis kita manusia dengan Allah, hancur, juga relasi antar kita sesama manusia. Dosa telah kita biarkan merusak dunia yang amat baik ciptaan Allah itu. Inilah dunia yang dimaksud Yesus, ‘dunia yang membenci Dia’.

Karena dosa kita, struktur sosial dan sikap kita telah berkembang sedemikian sampai bertolak belakang dengan rencana Allah. “Dunia” inilah – masyarakat kita seperti inilah yang terpisah dari Allah, yang menolak malahan membenci para murid Yesus!

Dan kita? Bagaimana kita, sebagai murid Yesus berhadapan dengan ‘dunia’ yang membenci? Pernahkah kita mengalami kebencian dari sesama teman kerja atau angota keluarga sendiri? Apakah kita menderita penganiayaan karena iman kita? Dalam hal ini bisa saja kita katakan “ya” sewaktu ada umat yang baru berdoa rosario dan rumah itu digruduk orang; sewaktu menunggu izin mendirikan bangunan Gereja bertahun-tahun, gedung gereja yang sudah ada IMB diratakan dengan tanah; karena iman akan Yesus jenjang ke jabatan berikut dihentikan, dll.

Udara ‘intoleransi’ dan ‘radikalisme’ yang ada di negeri kita, merupakan salah satu penolakan kehadiran murid-murid Kristus di ‘dunia’ ini. Bisa saja mereka menyebut kita “kafir”, atau kelompok “salib”. Bila kita menemui penolakan seperti itu karena iman kita, kita perlu memeriksa hati kita sendiri, apakah ada sumbangan dosa-dosa yang kita lakukan yang menyebabkan masalah itu? Kalau perlu, kita bertobat-lah!

Dengan penuh penyerahan kepada penyelenggaraan ilahi Tuhan, kita tetap bekerja untuk memajukan Kerajaan Allah, sebagaimana para murid Kristus di abad pertama. Mimpi dan kerinduan kita tetap kita biarkan tumbuh dan berkembang sampai dunia bertumbuh dan berkembang selaras dengan rencana Allah. Untuk itu hanyalah Yesus yang menjadi terang kita dalam kegelapan ini yang membutakan dunia kita akan rencana dan kehendak Allah. Sewaktu kita bekerja dan berdoa, Allah tetap menyertai dan memberkati kita.

 

DOA: Ya Bapa, semoga datanglah Kerajaan-Mu dan jadilah kehendak-Mu. Jadilah diriku menjadi lilin yang menerangi dunia sekitarku!

JANJI: “Pada malam harinya, tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan” ada seorang Maksedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya,katanya “Menyebranglah ke mari dan tolonglah kami!” - Kisah 16: 9

PUJIAN: Karena para penghuni pertapaan di Cikanyere bersikap ramah dan membantu kebutuhan penduduk di sekeliling, dan memberikan kesempatan rakyat di kampung bergiliran berjualan makanan dan hasil buminya, di hari Minggu di mana selalu ada wisata rohani ke sana, maka ‘pertapaan’ tetap ‘exists’.

 

 Penanggung Jawab Renungan: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.