KITA DIPILIH OLEH YESUS

14 May 2024

Selasa, 14 Mei 2024

Kisah Para Rasul 1:15-17.20-26

Mazmur 113:1-2.3-4.5-6.7-8

Yohanes 15:9-17



“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” --- Yohanes 15:16a


JIM FOLLOW tinggal di pedesaan dekat pegunungan Vercors, Perancis, ia cukup dikenal di desanya. Ia sering diminta memberikan khotbah saat memimpin kebaktian. Sahabat masa kecilnya, memintanya untuk memimpin kebaktian sekaligus memberi khotbah di desanya.

Dalam khotbahnya, ia berkata: ”saya telah memilih Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat saya”. Sepintas kata-katanya terdengar biasa, namun kali ini ia berkhotbah di desa yang umatnya mempunyai pengetahuan agama lebih baik daripada desa-desa disekitarnya. Karena waktu telah malam, Jim Follow bermalam di rumah Hendrix sahabatnya. Saat di rumah Hendrix, Jim mendapatkan teguran dari sahabatnya itu, Hendrix berkata : “Jim, mengapa kamu mengatakan bahwa kamu telah memilih Yesus?”, lalu Jim menjawab: “Ya tentu saja, saya menjadi Kristen saat saya sudah dewasa, dan itu adalah pilihan hidup saya”. Setelah Hendrix mendengarkan jawaban itu, Hendrix kemudian menyodorkan kitab suci kepada Jim agar Jim membacanya, lalu Jim membaca ayat tersebut yang berbunyi : “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” (Yoh 15:16a). Hendrix meninggalkan Jim untuk mempersiapkan makan malam bagi mereka. Melalui ayat itu, sejenak Jim merasa seperti digedor hatinya oleh Tuhan Yesus karena malu dengan sahabatnya itu.

Beberapa dari kita sering secara tidak sadar, tanpa sengaja melakukan kesombongan rohani seperti yang dilakukan oleh Jim Follow, ada juga yang berkata : “saya tidak takut dalam menghadapi kehidupan didunia ini, sebab saya memiliki Allah yang selalu melindungi saya”, sepintas sepertinya tidak ada yang salah dengan kata-kata itu, namun apakah benar bahwa kepemilikan Allah ada pada diri kita sebagai manusia?, bukankah kita adalah ciptaan Allah, jikalau kita mengakui bahwa kita adalah ciptaan Allah maka “kita adalah milik Allah”, bukan sebaliknya.

Mari kita melihat proses pemuridan dalam kitab suci. Yesus datang kepada para murid ketika mereka semua sedang bekerja sebagai nelayan, dan mereka meninggalkan pekerjaan sebagai penjala ikan karena diminta oleh Yesus menjadi penjala Manusia (Mat 4:19), jadi jelas bahwa bukan para murid yang memilih Yesus tetapi Yesus-lah yang memilih para murid-Nya. Bukan kita yang memilih Yesus, tetapi Yesus-lah yang memilih kita. Keyakinan bahwa “Tuhan yang memilih kita” bukan untuk diartikan sebagai takdir sehingga menghilangkan kehendak bebas kita sebagai manusia. Sejatinya, Tuhan menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (1Tim 2:4). Namun, Allah Maha Mengetahui sehingga Ia tahu sejak semula bahwa tidak semua orang bisa diselamatkan-Nya, karena untuk percaya kepada Allah diperlukan juga keterlibatan kehendak bebas manusia, maka kita yang percaya kepada Kristus yang diutus-Nya disebut sebagai yang “dipilih” oleh Tuhan, jadi bukan karena sejak semula Tuhan sudah menolak orang-orang tertentu, namun karena sudah sejak semula Allah Yang Maha Tahu itu mengetahui bahwa kita akan menanggapi panggilan-Nya.

Injil hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa Yesus-lah yang telah memilih kita sebagai murid-Nya. Keyakinan kita untuk berbangga sebagai anak Allah dan murid Yesus hendaklah itu kita nyatakan dalam rasa syukur tanpa melakukan kesombongan rohani kepada mereka yang tidak mengimani Kristus dan merasa kita sebagai bangsa yang terpilih, rasa syukur itu harus kita nyatakan dalam perbuatan kita sehari-hari secara nyata. Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam perbuatan kasih kepada sesama, dan ketika itu kita lakukan maka itulah yang dikehendaki oleh Yesus pada diri kita sebagai murid-Nya yaitu menanggapi panggilan Allah dan menghadirkan kerajaan Allah secara nyata di dunia ini.  Tuhan Yesus memberkati. (Siswoyo Nugroho)

 

DOA: ”Ya Yesus, aku bersyukur kepada-Mu, Engkau telah memilih aku sebagai murid-Mu, jadikanlah aku semakin rendah hati dan penuh syukur dalam menanggapi panggilan-Mu dengan mengasihi sesama untuk menghadirkan kerajaan Allah secara nyata di dunia ini, Amin.”

JANJI: ”Haleluya! Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!” - Mazmur 113:1

PUJIAN: Sesudah Yesus naik ke surga, para murid dan kesebelas Rasul bersama Bunda Maria kembali ke Yerusalem. Di sana mereka, yang berjumlah kira-kira 120 orang, berkumpul di tingkat atas sebuah rumah di Yerusalem. Pada saat itu, Petrus, pemimpin para Rasul, mengusulkan pemilihan seorang murid untuk menduduki jabatan Rasul menggantikan Yudas Iskariot yang sudah mati menggantung diri. Pemilihan ini dimaksudkan agar terpenuhi nas Kitab Mazmur: ''Biarlah jabatannya diambil orang lain". Syaratnya ialah calon haruslah seorang murid yang selalu bersama Yesus sejak pembaptisan-Nya sampai la naik ke surga. Sebab, seorang Rasul harus dapat bersaksi tentang Sabda, Karya dan Kebangkitan Yesus. Maka mereka mengajukan dua orang murid, yaitu Yosef, yang disebut juga Barsabas atau Yustus dan Matias. Setelah berdoa bersama-sama, mereka membuang undi. Pilihan jatuh pada diri Matias. Semenjak itu Matias menjadi penggenap bilangan Keduabelas Rasul. Merekalah pengemban utama tugas menyebarkan Kabar Gembira ke seluruh penjuru dunia. Tanggal 14 Mei adalah hari peringatan bagi Santo Matias Rasul. Tahun kematiannya tidak diketahui pasti, namun makamnya terdapat di Trier, Jerman.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.