KITA JADI SAHABAT BUKAN HAMBA

25 June 2020

Kamis, 25 Juni 2020                

2 Raja 24:8-17

Mazmur  79:1-5, 8-9

Matius 7:21-29

 

“Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: ‘Aku tidak pernah mengenal kamu!” --- Matius 7:23

 

DALAM BACAAN INJIL hari ini Yesus menegaskan bahwa membuang atau melupakan nama, tak berlaku bagi-Nya. Ia ingin sekali untuk mempunyai relasi pribadi dengan  kita murid-murid-Nya. Ia ingin agar kita-kita ini mengenal Dia secara pribadi, sebagaimana Dia mengenal kita. Ia menolak pengenalan kita akan Dia kalau hanya seperti kita mengenal seorang tokoh dalam dongeng, atau mengenal-Nya sepintas kilas saja. Juga meski kita sibuk sekali melakukan pelayanan atas nama-Nya – baik di rumah, tetangga atau di paroki – Yesus tetap ingin kita tumbuh semakin dekat dengan-Nya di hati kita. Ia tak mengharpkan kita menjadi ‘hamba’, tetapi ‘sahabat – teman’.

Lalu apa artinya ‘mengenal Dia’ ? Bagaimana orang-orang membangun hubungan dengan Dia, sang Putera Allah yang kekal itu ? Sukar dan berbelit-belit? Tidak! Ini sebenarnya tak jauh berbeda dengan membangun relasi pribadi dengan setiap orang – dengan siapa saja!

Dengan orang yang kenal itu, tentu kita menjalin kontak: Entah nilpon, kirim sms atau WA. Bertemu, ngobrol dengannya. Kita dengarkan dia. Kita perlahan belajar menaruh kepercayaan kepadanya. Kita berbagi hal-hal yang khusus , yang ada dalam hati kita; biar orang itu (teman) itu melihat apa yang baik dan apa yang buruk yang ada dalam diri kita.

Janganlah bacaan Injil hari ini menakutkan diri kita. Yang Yesus pikirkan bukanlah meninggalkan kita tetapi justru sebaliknya tentang relasi kita dengan Yesus sendiri, yang masih dangkal belum se dalam relasi para kudus dengan-Nya. Jangan terganggu pikiran kita dengan ayat “Aku tak mengenalmu!”, tetapi tujuan kita agar kita semakin hari, semakin baik mengenal pribadi Yesus.

Bacaan-bacaan Injil minggu ini mengajak kita  mendengarkan suara batin kita masing-masing. Kita ingat dan bisa kita catat apa isi suara batin itu. Dan itu menjadi bahan bincang-bincang dengan Yesus sewaktu kita menghadap Dia dalam doa. Kita haturkan segala harapan dan juga was-was serta rasa takut kita kepada-Nya. Dengan membangun relasi pribadi dengan-Nya semakin akrab, ini sama halnya kita membangun rumah kediaman kita dengan fondasi yang semakin kokoh kuat, mampu mengatasi badai dan topan kehidupan.

 

DOA:  Ya Yesus, aku ingin mengenal-Mu lebih lagi. Dan aku ingin Engkau lebih mengenal diri-Ku. Tariklah diriku semakin dekat pada-Mu.

JANJI:  “Tolonglah kami, ya Allah, penyelamat kami, demi kemuliaan Nama-Mu. Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena Nama-Mu” --- Mazmur 79:9

PUJIAN: Seorang pengajar dalam pertemuan di Lingkungan menjelaskan, ayat yang berbunyi ‘ Bukan setiap orang yang berseru Tuhan-Tuhan’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa’ (Mat 7:21). Sang pengajar menjelaskan ayat ini dengan menyamakan kata-kata rasul Yakobus, ‘iman tanpa perbuatan pada hakekatnya mati’ (Yak 2:17).

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.