KITA LEBIH DARI SIMEON!

29 December 2018

Sabtu, 29 Desember 2018

1 Yohanes 2:3-11

Mazmur 96:1-3, 5-6

Lukas 2:22-33

 

“Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu.” --- Lukas 2:29

 

KISAH-KISAH MASA Natal sangat menarik. Muncul Simeon yang berdoa begitu indah, diabadikan dalam Doa Penutup Ibadat Harian atau ‘Completorium’, dan disebut  “Kidung Simeon”. Dalam Kidung ini bahasanya Latinya terasa lebih puitis dari pada dalam terjemahan Alkitab kita. “Sekarang Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang dalam damai sejahtera...” Artinya Simeon menyatakan diri bahwa dirinya siap kalau dipanggil menghadap-Nya, sebab akhirnya dia telah menyaksikan ‘keselamatan, yang ditunggu dan dirindukannya selama hidupnya.’

Apa yang sebenarnya dilihat oleh Simeon? Pasangan suami-istri dari desa dengan membawa seorang ‘bayi’, ke Bait suci, untuk mempersembahkannya kepada Allah. Pasangan suami istri melakukan apa yang tetulis dalam Taurat. Dan ini telah dilakukan ribuan pasutri lainnya sebelumnya. Tetapi dalam ketajaman mata rohani Simeon, matanya mampu menembus, bahwa dalam keluarga yang kecil dan sederhana ini, ia melihat kepenuhan janji Allah akan keselamatan.

Dan kita? Kita-kita ini sangat tersanjung dibanding Simeon, yang menyaksikan Yesus sewaktu ‘bayi’. Kita dipekenankan melihat dan menyaksikan keselamatan dari Allah. Kita-kita boleh menyaksikan rentetan peristiwa, dari hidup, kematian dan kebangkitan ‘Bayi’ ini, ya anak Maria dan Yusuf, ya sang Anak Allah! Kita juga mengetahui apa yang terjadi setelah kenaikan ke sorga dari ‘Bayi’ ini. Yakni bagaimana Kabar Gembira tentang-Nya dan Kerajaan-Nya, tersebar ke seluruh dunia, sampai ke bumi nusantara kita ini. Bagaimana sentuhan dan jamahan-Nya mengubah peradaban dan cara hidup  umat manusia. Karena ketekunan kita, kita meneruskan karya agung itu dari abad ke abad. Kita memiliki jaminan akan kehadiran Yesus dalam sakramen-sakramen dan sabda-Nya yang memberi hidup. Memang Simeon memperoleh keistimewaan boleh melihat bayi Yesus dan memapah-Nya di tangannya. Tetapi kita lebih dari itu – mengapa kita tidak lebih jauh bersukacita?

Apa lebihnya? Selain kebenaran historis tadi yang kita alami, kita juga dapat membuat suatu litani panjang tentang apa saja yang Allah telah perbuat selama hidup kita ini. Dia-lah yang menciptakan kita, sampai kita lahir dan hidup. Dia-lah yang membimbing dan lindungi sepanjang hidup kita. Dia-lah yang mengajak kita menjadi teman dan sahabat-Nya. Ia juga telah memasuki hidup kita lewat Baptis kita dan memenuhi kita dengan hidup ilahi yang abadi.

Bagaimana kita bisa menanggapi sebaik-baiknya akan hal ini semua? Pujian dan syukur dari lubuk hati yang melimpah! Puji dan sembah kepada Tuhan yang telah kita lihat sendiri dan alami.

Doa: Puji, hormat dan kemuliaan hanya bagi-Mu, bagi Nama-Mu yang kudus saja!

Janji: “Barang siapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup seperti Kristus  telah hidup”---1 Yohanes 2:6

Pujian: Pada Sabtu atau Minggu malam setelah Natal, selalu diselenggarakan Natal Nasional bersama di Jakarta.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.