KITA SAMA DI HADAPAN BAPA

21 October 2020

Rabu, 21 Oktober 2020

St. Ursula

Efesus 3:2-12

Mazmur Yes 12:2-3. 4-6

Lukas 12:39-48

 

“Di dalam Dia kita kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya” --- Efesus 3:12

 

SEWAKTU SAYA  mempersiapkan renungan ini, ternyata hari itu adalah “World Day Against Trafficking in persons”, tepatnya tanggal 30 Juli. Baru pertama kali saya mendengar  “Hari Dunia Anti Perdagangan orang”. Perdagangan manusia adalah kejahatan yang mengeksploitasi perempuan, anak-anak dan laki-laki untuk berbagai tujuan termasuk kerja paksa dan seks.

Untuk memperingati Hari penting itu, ‘Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan Seminar empat hari (27-30, Juli) lewat Webinar. Tujuan utama “menghentikan praktek praktek perdagangan orang dan mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk melawan sindikatnya” (Kompas, 1 Agustus,’20).

Bacaan pertama hari ini, dalam surat kepada umat di Efesus, Paulus mengatakan kepada kita  bahwa dalam Kristus kita memiliki ‘keberanian dan jalan masuk kepada Allah’. Ini suatu hal yang mengagumkan . Kata-kata Paulus itu mengubah cara kita berdoa. Karena Paulus menegaskan bahwa Yesus telah membongkar tembok-tembok pemisah, sehingga semua saja dapat menghadap hadirat Allah. Berkat wafat dan kebangkitan-Nya, Kristus telah menghapus dosa yang memisahkan kita-kita dan melenyapkan semua kesalahan yang membuat kita tak pantas.

Di dalam Yesus tidak ada lagi, orang Yunani dan orang Yahudi, orang merdeka dan budak. Semua sama dan sederajat, di hadapan Allah Bapa. Sangat disayangkan kalau kita bersikap dan berlaku seperti ‘hamba yang jahat’, yang ‘memukuli hamba laki-laki dan hamba perempuan…’ (Luk 12:45). Tindakan hamba jahat itu sama dengan apa yang di zaman sekarang  dikenal sebagai ‘memperdagang- kan orang’. Orang memperlakukan sesama sebagai ‘barang’, sebagai ‘komoditas’ yang boleh diexploitasi demi keuntungan diri.

Surat Paulus kepada Filemon, tentang Onesimus, yang dulu budak Filemon dan lari lalu bekerja di tempat Paulus, sangat menekankan kesamaan hak dan martabat. Paulus menulis, “mungkin karena itulah, dia dipisahkan sejenak daripadamu, supaya engkau dapat menerimanya, …bukan sebagai hamba, melainkan lebih daripada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, … baik secara manusia maupun di dalam Tuhan” (Fil 15-16). (SW)

 

DOA: Ya Yesus, semoga aku bisa melihat sesamaku sederajat denganku dan sama-sama mempunyai ‘jalan masuk’ yang sama kepada Bapa.

JANJI: “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut” (Luk 12: 48)

PUJIAN: Keluarga Raharjo sudah sejak kecil bekerja di tempat keluarga Felix. Raharjo sekelarga  telah dianggap anggota keluarga sendiri yang dipercaya. Anak-anak mereka dibiayai sekolah sampai Perguruan Tinggi oleh keluarga Felix.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.